Jangan Remehkan Obesitas Pada Balita

DokterSehat.Com – Terdapat sebuah kecenderungan di masyarakat Indonesia dimana balita yang memiliki tubuh yang gemuk akan dianggap sebagai bayi yang lucu dan menggemaskan. Bahkan, beberapa orang tua menganggap anak yang gemuk sebagai tanda dimana anak dalam kondisi yang sehat dan makan dengan lahap. Sayangnya, anggapan ini sama sekali tidak benar. Anak yang mengalami kegemukan di usia balita ternyata sangat berbahaya. Kegemukan pada balita ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan juga psikologis anak seiring dengan bertambahnya usianya sehingga secara umum kualitas kehidupannya akan semakin menurun.

doktersehat-bayi-rambut-rontok-tidak-boleh-minum-air-putih-bawah-enam-bulan

Pakar kesehatan Sania Nishtar menyebutkan jika balita yang mengalami obesitas akan cenderung kesulitan untuk mengubah kondisi obesitas ini hingga usianya dewasa. Hal ini tentu akan membuat peningkatan resiko terhadap berbagai macam penyakit berbahaya dan bahkan bisa membuat penurunan kepercayaan diri, khususnya saat anak nantinya beranjak dewasa mengingat kini para remaja atau pemuda memiliki idealisme tentang bentuk tubuh yang ideal dan menarik. Padahal, Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan jika anak-anak yang mengalami obesitas pada negara-negara berkembang di dunia termasuk Indonesia telah mencapai angka 15,5 juta orang pada tahun 2015 kemarin.

Adanya kasus obesitas pada anak-anak balita sendiri kerap kali disebabkan oleh ketidakmampuan orang tua dalam memberikan makanan dengan kadar gizi yang seimbang setiap hari. Banyak orang tua yang cenderung membiarkan anak memakan apapun yang mereka suka dengan alasan asalkan anak mau makan dengan lahap. Padahal, tanpa kita sadari anak akan terlalu banyak mengkonsumsi asupan gula atau lemak yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tercatat, anak yang sudah mengalami obesitas sejak usia balita dan bertahan dengan kondisi ini hingga usia yang lebih tua akan beresiko tinggi terkena masalah diabetes, serangan jantung, atau berbagai masalah kesehatan berbahaya lainnya.