Jangan Menyalakan Dupa di Ruangan Tertutup

DokterSehat.Com – Menjelang Tahun Baru Imlek, kita tentu akan terbiasa melihat berbagai ornamen berbau oriental dimana-mana. Di beberapa tempat layaknya klenteng, kita juga bisa menemukan benda-benda khas Tahun Baru Imlek baik itu berupa lampion berwarna merah atau bahkan dupa yang dibakar di berbagai sudut ruangan. Pakar kesehatan ternyata cukup menyoroti asap dari pembakaran dupa yang memang bisa dengan mudah ditemukan di event Tahun Baru Imlek ini. Terdapat sebuah studi yang bahkan menunjukkan bahwa ada resiko kesehatan andai kita membakar dupa di dalam ruangan yang tertutup. Apa sajakah resiko kesehatan tersebut?



Pakar kesehatan Rong Zhou yang berasal dari South China University of Technology, memimpin sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 silam. Dalam penelitian ini, Zhou dan timnya mencari tahu seberapa besar dampak asap dupa sebagai polusi udara. Sebagai informasi, telah banyak hasil studi yang sebelumnya menyebutkan bahwa asap dupa bisa meningkatkan resiko kanker dan tumor, namun, hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya ini belum benar-benas spesifik.

Zhou dan timnya pun kemudian mengidentifikasi zat-zat apa saja yang ada dalam asap dupa. Mereka pun mengambil sampel berupa dupa yang terbuat dari kayu cendana dan kayu gaharu dan membandingkannya dengan asap rokok yang terkurung di dalam ruangan. Hasilnya adalah, asap dupa ternyata memiliki konsentrasi partikel yang halus dan bahkan sangat halus. Cukup banyak aromatic, zat iritan, dan juga senyawa beracun. Zhou bahkan menyebutkan jika pada asap dupa ini memiliki zat kimia yang berpotensi mengubah materi genetik layaknya DNA sehingga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Setelah diujicoba dengan hamster, dampak dari asap dupa bahkan lebih beracun jika dibandingkan dengan asap rokok.

Melihat adanya fakta ini, Zhou pun menyarankan kita yang ingin merayakan Tahun Baru Imlek agar tidak sembarangan membakar dupa di ruangan tertutup karena bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pastikan kita membakarnya di ruangan terbuka sehingga berbagai kandungan kimia ini tidak hanya terkonsentrasi di dalam ruangan saja dan terus menerus dihisap oleh pernafasan kita.