Jangan Menggunakan Rokok Elektrik di New York!

DokterSehat.Com– Pemerintah kota New York mengeluarkan sebuah peraturan yang cukup kontroversial namun didukung oleh pakar kesehatan, yakni melarang penggunaan rokok elektrik di tempat-tempat publik di salah satu kota paling terkenal di dunia ini. Aturan ini mulai berlaku pada 30 hari ke depan.

doktersehat-vape-vaping-rokok-elektronik-electric-cigarette-kanker-paru-kulit-kusam

Dengan adanya peraturan ini, maka kita pun tidak bisa lagi menghisap rokok elektrik di tempat-tempat seperti kantor, restoran, taman, atau di jalan-jalan. Andrew Cuomo selaku Gubernur New York menyebut larangan ini sebagai langkah pencegahan mengingat pengguna rokok ini semakin banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional. Padahal, dalam realitanya rokok ini juga bisa memicu masalah kesehatan dalam jangka panjang baik itu bagi penghisapnya maupun orang-orang sekitarnya.

Berbeda dengan kota New York, Pemerintah Indonesia sepertinya belum mengeluarkan aturan yang tegas mengenai penggunaan rokok, baik itu rokok elektrik maupun rokok konvensional. Hal ini bisa kita lihat sehari-hari dimana kebanyakan orang bisa menghisapnya dengan bebas dimana-mana, kecuali pada beberapa tempat yang memang melarang penggunaan rokok.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya pernah merencanakan peraturan untuk penggunaan rokok elektrik, sayangnya hingga saat ini aturan ini tidak ada kelanjutannya. Padahal, menurut Dra Lela Amelia, Apt, M.Epid yang merupakan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Rokok, Direktorat Pengawasan NAPZA BPOM, rokok elektrik ini dijual bebas tanpa adanya cukai, label peringatan, label bahaya, serta standarisasi. Hal ini tentu membuat rokok elektrik ini tidak diketahui komponen-komponennya dan dikhawatirkan sangat berbahaya bagi kesehatan.