Jangan Menempatkan Televisi Pada Kamar Anak

DokterSehat.Com – Banyak orang tua yang memilih untuk melengkapi kamar anaknya dengan televisi dengan harapan anak bisa menonton acara televisi favoritnya tanpa perlu mengganggu acara televisi yang ditonton oleh anggota keluarga lain di ruang keluarga. Meskipun terlihat praktis, pakar kesehatan menyebutkan jika hal ini ternyata bisa berimbas buruk bagi kesehatan sang buah hati. Apa sajakah resiko kesehatan yang bisa terjadi andai kita menempatkan televisi di kamar anak?

doaktersehat-nonton-tv-laga-makan-pizza-popcorn

Pakar kesehatan dr. David Katz yang berasal dari Yale University menyebutkan jika andai anak memiliki televisi di kamarnya, Ia pun beresiko kekurangan waktu tidur karena ingin menikmati berbagai program televisi yang mengasyikkan hingga larut malam. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama daripada orang dewasa setiap harinya.

Bahaya kesehatan ini juga terungkap dari hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh Diane Gilbert-Diamond, pakar kesehatan yang berasal dari Darthmouth Medical School. Diane menyebutkan jika hasil penelitiannya membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki televisi di kamarnya cenderung tidur dengan waktu yang lebih sedikit dan mengalami kenaikan berat badan rata-rata 1 kg setiap tahunnya. Meskipun belum benar-benar membuktikan adanya kaitan antara televisi dengan peningkatan resiko obesitas, namun Diane dan pakar kesehatan lain menduga jika acara televisi yang kaya akan iklan makanan-makanan yang tidak sehat ikut memicu keinginan berlebih anak untuk mengkonsumsi makanan tidak sehat layaknya junk food. Selain itu, kebiasaan menonton televisi hingga larut malam akan merusak pola tidur anak dan berimbas pada peningkatan nafsu makan.

Tanpa disadari, anak-anak yang memiliki televisi di kamarnya cenderung kurang bersosialisasi dengan anggota keluarga lainnya. Padahal, saat mereka menonton televisi atau bermain game, mereka bisa saja melakukannya dengan mengkonsumsi camilan tidak sehat yang tentu akan meningkatkan resiko terkena masalah obesitas yang berbahaya.