Jangan Memberi Makanan Selain ASI Pada Bayi Dibawah 6 Bulan

DokterSehat.Com – Bayi yang baru lahir dan belum berusia lebih dari enam bulan masih memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Pada organ-organ pencernaan bayi, banyak enzim yang masih belum sempurna dalam membantu proses pencernaan. Karena hal inilah banyak pakar kesehatan yang menganjurkan ASI sebagai makanan tunggal bayi dibawah enam bulan. Jika kita memberikan makanan selain ASI, sebagai contoh adalah bubur bayi, maka usus dan organ-organ lain yang belum memiliki perlindungan dari enzim-enzim pencernaan tentu akan mudah terluka atau teriritasi.

doktersehat-sifilis-kongenital-bayi-Harlequin-Ichthyosis-mikrosefali

Jika kita memaksakan makanan selain ASI pada bayi, maka usus yang masih belum dapat memproduksi protein immunoglobulin tentu tidak terlindungi dengan baik. Selain itu, organ pencernaan juga belum memiliki enzim-enzim pencernaan layaknya amilase atau lipase sehingga makanan yang lebih padat dari ASI akan tidak bisa dihancurkan apalagi dicerna. Bayi pun beresiko akan mengalami sembelit yang tentu saja akan sangat ebrbahaya. Selain itu, tidak adanya perlindungan pada organ pencernaan juga bisa memudahkan kuman dan bakteri menyerang organ pencernaan yang tentu saja bisa memicu masalah sakit perut, diare, atau bahkan perut kembung.

Organ pencernaan bayi yang masih belum siap untuk menerima makanan yang lebih berat juga bisa membuat alergi pada bayi. Alergi ini bisa berupa bayi yang lebih mudah muntah atau bahkan alergi pada kulit bayi yang bisa dilihat berupa ruam kemerahan. Selain itu, bayi juga bisa mengalami demam karena adanya rasa nyeri pada organ pencernaan layaknya usus. Demam ini bahkan bisa membuat bayi kesulitan untuk tidur hingga waktu yang sangat lama.

Idealnya, bayi yang baru lahir dan hingga enam bulan memang hanya diberikan ASI saja sebagai makanan tunggal Setelah enam bulan dimana organ pencernaan bayi telah berkembang dan memiliki banyak enzim maka kita bisa memberikan makanan pendukung ASI. Hanya saja, kita tentu harus berhati-hati dalam memilih makanan pendamping karena bayi juga belum bisa memakan makanan berat layaknya nasi. Pilihlah makanan yang cenderung lembut dan memiliki kandungan gizi cukup tinggi sehingga bayi pun tidak akan mengalami masalah pada organ pencernaannya.