Jangan Memandikan Bayi Terlalu Lama

DokterSehat.Com – Salah satu momen yang paling disukai oleh orang tua yang baru memiliki bayi adalah saat mereka memandikannya. Bagaimana tidak, bayi bisa terlihat sangat menggemaskan dan seringkali tersenyum atau bahkan tertawa saat menyentuh air. Meskipun terlihat senang bermain air, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada baiknya kita tidak memandikan bayi terlalu lama. Apa alasan dari rekomendasi ini?

doktersehat-cradlecap-bayi

Karen Benzies yang berasal dari jurusan nursing dari University of Calgary, Kanada, menyebutkan bahwa setiap orang tua sebenarnya boleh-boleh saja memandikan bayi sesuai dengan kemampuan mereka. Sebagai contoh, ada yang hanya bisa memandikan bayi dengan menggunakan lap atau handuk kecil yang sudah dibasahi air dan sabun agar tubuh bayi menjadi lebih bersih dan nyaman, namun, ada pula orang tua yang langsung memandikan bayi dengan cara memasukannya ke dalam ember yang penuh dengan air meskipun tentu mereka harus lebih berhati-hati dalam melakukannya. Namun, satu hal yang pasti, Benzies meminta orang tua untuk tidak memandikan buah hatinya terlalu lama.

Menurut Benzies, bayi yang baru dilahirkan cenderung memiliki kadar lemak yang rendah sehingga mereka pun akan lebih mudah merasa dingin. Karena alasan inilah ada baiknya kita tidak memandikannya terlalu lama dan sebaiknya selalu menggunakan air hangat saat mandi.

Benzies juga menyarankan orang tua untuk tidak panik atau ketakutan andai saat memandikan bayi, bayi menangis. Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk terus berkomunikasi dengan bayi atau memberikan mainan mandi bagi mereka. Tak hanya itu, ada baiknya kita sudah mempersiapkan handuk kering agar bisa segera dipakai untuk mengeringkan tubuh bayi setelah mandi.

Agar tidak mudah terkena iritasi atau ruam-ruam pada kulit, handuk bayi sebaiknya kerap diganti secara rutin. Tak hanya itu, ada baiknya orang tua tidak memberikan losion secara sembarangan dan andaipun ingin memberikan losion, berikan yang memang benar-benar aman bagi bayi dan tidak akan memicu alergi.