Jangan Khawatir Jika Anak Terlambat Berjalan

DokterSehat.Com – Normalnya, anak akan mulai menapakkan kaki untuk berjalan pada usia sekitar satu tahun atau setidak-tidaknya 15 bulan setelah kelahiran. Sayangnya, ada beberapa anak yang cukup lambat untuk mulai berjalan, yakni hingga usia 18 bulan setelah kelahiran. Pada usia inilah orang tua seharusnya sudah mulai khawatir jika sang anak sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mulai berjalan. Pada usia ini, orang tua harus mulai berkonsultasi ke dokter sehingga bisa mendapatkan solusi agar sang buah hati bisa segera berjalan.

doktersehat-ibu-bayi-suara-perkembangan-otak

Terdapat beberapa kemungkinan mengapa sang buah hati bisa terlambat untuk mulai berjalan. Pakar kesehatan berkata bahwa faktor pertama penyebab kondisi ini adalah faktor bawaan sejak lahir. Sebagai contoh, ada permasalahan dimana kondisi fisik sang anak terlahir tidak begitu sempurna sehingga membuat sang buah hati akan kesulitan untuk berjalan. Orang tua jelas harus memeriksakan kondisi ini ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis terbaik atau cara khusus agar sang anak bisa mulai berjalan.

Selain karena faktor bawaan, anak yang terlambat berjalan biasanya dikarenakan kurangnya stimulasi oleh orang tua sehingga perkembangan motoriknya pun akan terhambat. Jika orang tua atau keluarga sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk membuat sang anak mulai berjalan, maka konsultasi pada dokter atau psikolog akan bisa membantu anak. Biasanya, dokter atau psikolog akan menganjurkan adanya terapi motorik yang khusus sehingga anak pun bisa terstimulasi untuk berjalan. Beberapa aktifitas layaknya berenang atau memberikan mainan yang bisa merangsang anak untuk berdiri dan berjalan bisa digunakan orang tua untuk membuat anak pun mulai berjalan.

Pakar kesehatan merekomendasikan mainan yang bisa menstimulasi anak untuk berdiri dan cenderung mendorong layaknya semacam kereta dorong. Mainan yang mirip dengan kereta dorong yang dilengkapi dengan lampu atau musik yang menarik bisa semakin membuat anak bisa terpicu untuk berjalan. Hanya saja, ingatlah bahwa mainan anak juga harus yang memiliki standar keamanan yang baik agar tidak membahayakan sang buah hati.

Baca Juga:  Keuntungan Mengkonsumsi Air Putih Selama Hamil