Jangan Ditunda-tunda, Dampak Kekurangan Gizi Pada Anak Bisa Permanen

DokterSehat.Com – Dampak kekurangan gizi pada anak bisa pengaruhi begitu banyak aspek. Mulai dari lambatnya perkembangan otak, perkembangan fungsi kognitif, motorik, dan sosio emosional jangka panjang. Bahkan sebagian dampak tersebut tidak dapat diperbaiki, jelas DR. Dr. R.A Setyo Handryastuti, SpA(K), Ketua UKK Neurologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).



Selama kehamilan adalah saat penting dibutuhkan gizi seimbang agar tak terjadi dampak kekurangan gizi pada anak. Mulai dari makanan sehari-hari yang mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, susu ibu hamil.

Kebutuhan tersebut tak hanya selama kehamilan saja, setelah anak lahir pun nutrisi tetap menjadi bagian yang penting. ASI eksklusif adalah makanan yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

Setelah nutrisi, faktor selanjutnya yang sangat penting adalah faktor stimulasi yang dibutuhkan untuk otak. Nutrisi tanpa stimulasi hasilnya kurang optimal.

Perkembangan otak seorang anak yang lahir jumlah volumenya hampir 50 persen sama dengan otak orang dewasa. Ketika anak berusia 2 tahun volumenya bertambah sekitar 20 persen. Sistem saraf penglihatan dan pendengaran sudah mulai distimulasi sejak dalam kandungan. Dianjurkan ibu hamil mengajak anak berbicara sejak dalam kandungan.

Hal senada diungkapkan Endang, berbagai gizi memiliki manfaat langsung untuk perkembangan otak, termasuk proses kognitif dan emosi. AA, DHA, dan Kolin adalah beberapa komponen kunci dalam pembentukan sinaps pada 1.000 hari pertama kehidupan atau periode emas untuk proses belajar dan pertumbuhan.

Anak membutuhkan nutrisi yang seimbang mulai dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin dalam kondisi yang seimbang.

Cara mendapatkannya dari makanan yang ada di sekitar, kata Endang sambil mengatakan begitu lahir bayi hanya membutuhkan ASI. ASI adalah makanan yang terbaik dan seimbang karena mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.

Baca Juga:  Apa Penyebab Amblyopia?

Setelah usia 6 bulan bayi harus mendapatkan makanan padat, didapat dari makanan alamiah yang ada di sekitar seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan dan banyak lagi. Pada masa awal kehidupan anak, tumbuh kembangnya sangat pesat sekali. Apabila ada ketinggalan di usia tersebut dampaknya akan sangat buruk bahkan seringkali tidak bisa pulih kembali.