Jangan Cemas Dulu Bila Anak Terlambat Berbicara

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Rasanya sering banget, kita mendengar anak yang dah umur 2 hingga 2,5 tahun belum bisa bicara dengan lancar. Hanya potongan-potongan kata yang dia ucapkan, dan itupun tidak terucap dengan jelas. Padahal sesuai tahapan perkembangannya, anak usia 1,5 tahun seharusnya paling tidak sudah bisa menggunakan minimal 5 kosa kata yang konsisten seperti papa, mama, apa dsb. Selanjutnya secara bertahap pada usia 2 tahun anak mempunyai 2 lusin kata yang dapat dirangkai sederhana.

Dari beberapa kasus yang terjadi di masyarakat umum, anak yang terlambat bicara adalah hal yang biasa dan bukan merupakan kelainan. Selain itu kita dianjurkan untuk jangan terlalu membandingkan anak kita dengan anak-anak yang lain, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda (kaya’nya untuk yang satu ini bener juga sich….). Namun adanya anggapan bahwa kematangan anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki, juga menjadi faktor mengapa anak lambat bicara adalah hal yang biasa.

Anak keponakan saya yang bernama Nashih Ulwan merupakan salah satu dari sekian anak yang mengalami keterlambatan bicara tersebut. Setelah konsultasi ke dokter anak di RS PKT, maka Nashih dianjurkan untuk mengikuti terapi khusus selama beberapa bulan dan Alhamdulillah sekarang dia sudah dapat bicara dengan normal dan sempurna. Dari beberapa informasi yang saya baca, anak yang terlambat bicara biasanya terlalu aktif bergerak sehingga anak kurang konsentrasi dan fokus, hal ini memperlambat proses imitasi (meniru) atau istilah kedokterannya anak mengalami ADHAD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder). Anak akan lebih suka bereksperi lewat gerakan, senyuman dan tangisan tetapi jarang menyampaikan sesuatu secara verbal.

Sebagai orang tua (terutama ibu kali’ ya… :) ) ada baiknya untuk lebih tanggap dan memperhatikan ketika anak kita mengalami keterlambatan bicara. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

1. Konsultasi dengan dokter/psikolog/psikiater tentang apa yang seharusnya dikuasai oleh anak pada usia tetetentu. Usahakan mencari the second opinion untuk memperkuat pernyataan dokter yang lain dan memperkaya informasi tentang kondisi anak kita yang sebenarnya.

2. Jangan biarkan anak terlalu lama menonton TV, karena akan berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak. Ketika menonton TV, anak merasa nyaman dengan tayangan gambar yang begitu menarik dengan gambar yang selalu bergerak dan penuh dengan warna.
Hal itu dapat menyebabkan berkurangnya ketertarikan anak pada obyek-obyek yang statis/kurang menarik/ kurang berwarna yang ada di lingkungan sekitarnya. Akibatnya anak cenderung menjadi pasif, kurang peka dan kurang fokus ketika berinteraksi denganh lingkungannya. Sedangkan yang dibutuhkan anak agar dapat mengadopsi kata-kata dari orang lain adalah dengan cara imitasi (meniru). Dalam proses imitasi diperlukan sensitifitas, keaktifan dan konsentrasi.

3. Sediakan waktu mengajak anak berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Hal ini akan merangsang anak agar lebih termotivasi untuk belajar bicara, karena bermain bersama anak-anak yang lain membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.

4. Selalu Menstimulasi dengan mengajak anak berkomunikasi meskipun anak belum mampu berbicara dengan baik. Masa BATITA adalah masa meniru, sehingga ketika orang tua intens mengajaknya berbicara pasti kosa kata anak semakin banyak pula.

5. Mengajarkan kata kepada anak dengan kata-kata yang jelas (intonasi, bentuk mulut/bibir saat mengucapkannya). Contoh : makan bukan maem atau mamam, minum bukan mik atau num, susu bukan cucu, dsb.

Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat buat kita semua, khususnya para ibu yang mungkin waktu bermainnya bersama buah hati hanya pada hari sabtu dan minggu seperti saya… :)

sumber BundaOfa @ blogspot

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Erna Widjianti

    Dok, anak saya berumur 1 thn 9 bln dan sangat hiperaktif, sampai sekarang blm lancar bicaranya. Kata yg bisa diucapkan hanya beberapa kata sprti ayah, mama, cucu, jatuh, kuping. Kalo saya mengajari kosakata dia tdk mau menirunya malah diem aja & nangis. Tapi dia bisa respon klo saya suruh merapikan mainannya . Solusinya apa dok?

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      Jangan terlalu memaksa anak untuk berbicara terutama pada usia ini. Ajak komunikasi dua arah terus menerus tanpa paksaan, kurangi menonton tv, gadget, komputer. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. rangga

    dok ,anak saya usia y 2,6 thn mengalmi keterlambatan bicara dan klo di ajak komuniiikasi slalu ggerak trus kurang fokus.ketikkka sya ajk ke dokter THT “mungkin sya kuatir dgn pendengaran y trnyata hasilx normal” cara terbaikx mohon solusi dok? truz ada gak vitamin utk merangsang daya kerja otak.trimzz

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      Konsultasikan dengan dokter spesialis anak dan psikiater. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. juwita

    Dokter anak saya perempuan umur 2th7bl. Sampai skrng blm bisa bicara, cuma bisa bilang mama, emoh. Kalau disuruh ngomong ngga mau cuma diam. Tapi dia tau apa maksud kita kalau diajak bicara. Dia saya bawa ke klinik tumbuh kembang anak,, katanya anak saya ini speech delay. Trus menjalani fisiterapi, terapi wicara, terapi okupasi. Tapi sepertinya masih nihil blm ada hasilnya. Sama terapisnya disarankan untuk dititipkan ke paud. Menurut anda apa yg harus saya lakukan?
    Terimakasih,,

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      Masukkan sekolah, ajak terua berkomunikasi hanya dengan 1 bahasa. Jangan selalu nonton tv, game atau komputer. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

      1. elsa

        Buk au mw nanya knapa z anak saya kok susah banget makan, sebaikya saya harus gimana buk,trimakasih

        Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Leave a Comment