Jangan Biasakan Kucing Tidur di Kasur

DokterSehat.Com– Karena sangat menggemaskan, banyak dari kita yang membiarkan kucing peliharaan tidur di kasur kita. Padahal, menurut pakar kesehatan, hal ini bisa berimbas buruk bagi kesehatan. Apa sajakah dampak buruk dari membiarkan kucing tidur di kasur?

doktersehat-kucing-jantung

Mengganggu waktu tidur
Kucing termasuk dalam hewan yang sangat suka tidur. Mereka bahkan bisa tidur hingga 15 jam dalam sehari. Sayangnya, saat dini hari, kucing justru cenderung aktif sehingga bisa jadi pada jam tersebut, mereka akan mengeong, mencakar, atau duduk di tubuh kita sehingga akan mengganggu waktu tidur kita. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic Sleep Disorders, diketahui bahwa 20 persen dari mereka yang tidur dengan hewan peliharaan mengaku jika mereka mengalami gangguan tidur yang cukup parah.

Kotoran kucing berpindah ke kasur
Meskipun kita telah melatih kucing untuk buang air di litter box. Dalam realitanya kucing bisa saja menginjak atau menyentuh kotoran tersebut. Karena kucing tidur di kasur kita, kasur pun terpapar kotoran kucing dan menjadi kotor.

Meningkatkan resiko alergi dan asma
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa setidaknya ada 30 persen orang yang terkena alergi kucing dan anjing. Selain itu, mereka yang menderita alergi pada kucing ternyata jumlahnya 2 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang alergi terhadap anjing. Salah satu dari penyebab munculnya alergi ternyata adalah kebiasaan membiarkan kucing tidur di kasur.

Resiko infeksi parasit atau jamur
Karena jarang mandi, tubuh kucing beresiko kaya akan parasit atau jamur. Jika kita membiarkan kucing ini tidur di kasur, dikhawatirkan parasit layaknya kutu ini bisa menyebabkan gatal-gatal pada tubuh kita.

Memicu infeksi bakteri
Karena kucing tidur di kasur, ada kemungkinan kucing tertindih sehingga akan menggigit atau mencakar kita. Hal ini ternyata bisa meningkatkan resiko terkena infeksi bernama cat-scratch fever. Infeksi yang juga disebut sebagai penyakit bartonellosis ini bisa memicu gejala layaknya demam, kelelahan, nyeri pada otot, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Tak hanya itu, kita juga beresiko terkena infeksi bakteri protozoa bernama cryptosporidiosis dan toksoplasmosis yang berbahaya.