Jangan Biasakan Disuapi, Biarkan Anak Belajar Makan Sendiri

DokterSehat.Com – Kebanyakan orang tua akan menyuapi anaknya saat makan karena tidak ingin makanan menjadi berantakan atau tidak segera dihabiskan. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada baiknya anak tidak dibiasakan untuk terus disuapi saat makan. Berikut adalah alasan mengapa sebaiknya anak dibiarkan untuk makan sendiri meskipun akan membuat berantakan meja makan.

bayi_makan_doktersehat

Pakar kesehatan yang merupakan psikiater anak bernama Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKH, menyebutkan bahwa dengan membiarkan anak makan sendiri, maka anak akan mendapatkan stimulasi pada gerakan motorik halusnya. Hal ini tidak akan didapatkan andai anak disuapi setiap saat. Menurut beliau, waktu makan bagi anak bukanlah hanya tentang mengkonsumsi makanan sehat, namun juga tentang interaksi dan komunikasi yang bisa berpengaruh pada perkembangan anak.

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, untuk memastikan perkembangan motorik anak maksimal, ada baiknya anak dengan usia 9 hingga 11 bulan mulai diberikan camilan yang bisa digenggam. Setelah itu, saat usianya sudah mencapai 2 atau 3 tahun, ada baiknya anak harus dibiasakan untuk makan dengan menggunakan sendok dan garpu yang diperuntukkan untuk anak-anak.

Dr. Tjhin menyebutkan bahwa jika anak dibiasakan untuk makan sendiri sejak dini, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang aktif dalam berbagai hal. Jika sejak kecil anak sudah mampu menggenggam sesuatu dan mampu memasukkan tangan ke dalam mulut, maka jari-jarinya akan terstimulasi dan membuat tangan anak menjadi lebih terampil untuk melakukan berbagai macam hal ke depannya layaknya menggambar atau mewarnai. Semakin sering anak belajar untuk makan sendiri, maka otot-otot motorik halusnya juga akan semakin terlatih dan kuat.

Memang, pada awalnya hal ini akan membuat meja makan atau pakaian anak akan belepotan dan kita pun akan kerepotan untuk membersihkannya, namun, demi perkembangan anak, ada baiknya memang kita membiarkan anak untuk selalu makan sendiri.