Jangan Asal Melakukan Pijat Bayi Karena Bisa Beresiko Mematikan

DokterSehat.Com – Salah satu budaya yang masih dipegang teguh oleh banyak masyarakat tanah air adalah dengan memberikan pijatan bagi bayi. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika pijatan pada bayi bisa memberikan rangsangan bagi tubuh bayi untuk berkembang dengan lebih optimal. Hanya saja, mengingat tubuh bayi masih dalam kondisi cukup rapuh, pijatan bagi bayi haruslah dilakukan dengan hati-hati karena andai terjadi kesalahan, maka bayi beresiko kehilangan nyawa.

doktersehat-vaksin-palsu-bayi-imunisasi-Hipospadia

Pakar Kesehatan Sunartini Hapsara, Direktur Pelayanan Medis, Penunjang Medis, dan Keperawatan dari RS Akedemik UGM, Yogyakarta, menyebutkan jika dibalik kebaikan yang ditawarkan oleh pijat bayi, ada resiko yang sangat besar andai pemijatan tersebut dilakukan secara asal-asalan. Sebagai contoh, ada bayi yang dipijat pada bagian kepala dan perut. Padahal, kedua bagian tubuh ini sebaiknya sama sekali tidak boleh dipijat. Beliau menyebutkan jika dalam setahun saja, setidaknya ada 4 hingga 5 bayi yang harus meregang nyawa di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta, yang disebabkan oleh kesalahan pemijatan. Kebanyakan dari penyebab kematian ini adalah munculnya pendarahan pada otak karena kepala bayi dipijat terlalu keras. Di rumah sakit yang sama, setidaknya dalam setahun ada 10 bayi yang ditangani karena mengalami pendarahan otak atau kelainan pada organ dalam perut. Setelah dicaritahu apa penyebabnya, rata-rata disebabkan oleh kesalahan dalam pemijatan.

Sunartini menyebutkan jika pijat bayi adalah stimulan yang sangat baik asalkan dilakukan dengan lembut dan tepat. Beliau menyebutkan contoh layaknya pemijatan pada wajah bayi yang ditujukan untuk merangsang otot-otot agar bayi bisa lebih baik dalam menelan dan mengunyah. Pijatan ini diyakini akan memberikan solusi bagi bayi yang sedang mengalami kesulitan makan.

Andai bayi dipijat dengan tidak benar, biasanya gejala awal yang muncul adalah kejang-kejang, kaku di seluruh badan, hingga kehilangan kesadaran. Bayi harus segera dilarikan ke dokter atau rumah sakit karena andai tidak mendapatkan pertolongan, bayi beresiko mengalami kelumpuhan, masalah perkembangan otak, hingga meninggal dunia.