Jangan Anggap Remeh Batuk Berdarah

DokterSehat.Com – Batuk berdarah dapat dikategorikan sebagai sebuah tanda terdapatnya penyakit pada tubuh seseorang. Jika sudah mengalami kondisi batuk berdarah maka jangan pernah menganggapnya remeh. Karena pada kondisi batuk berdarah tersebut ada ancaman serius yang terdapat pada organ dalam.



Penyebab

Penyebab terjadinya batuk berdarah yaitu dikarenakan terjadinya infeksi pada organ paru-paru (bronchitis, pneumonia, tuberkolosis), penyakit autoimun, kanker, trauma dan juga mengalami gagal jantung kongestif. Batuk berdarah ini berbeda dengan pendarahan yang keluar dari mulut, tenggorokan atau yang terjadi pada saluran pencernaan. Untuk itu, sebaiknya anda segera memeriksakan kondisi kesehatan anda ke dokter untuk dapat diketahui apa penyebab batuk darah atau pendarahan tersebut

Diagnosis

Selain dari keterangan pasien mengenai riwayat kesehatan, serta gejala-gejala lain yang menyertai batuk darah, diagnosis juga dapat didukung oleh beberapa tes berikut ini :

• Pemeriksaan sampel dahak

• Tes darah

Tes ini sebenarnya mencakup banyak hal. Selain kadar sel darah merah dan putih, dokter juga dapat mengukur elektrolit serta fungsi ginjal pasien melalui pemeriksaan zat kimia darah. Dokter juga dapat mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah melalui pemeriksaan yang dinamakan oksimetri nadi dan analisis gas darah. Selain itu, dokter juga dapat mengukur kemampuan darah dalam membeku melalui tes koagulasi.

• Bronkoskopi
Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan alat yang disebut endoskop ke dalam saluran pernapasan melalui mulut atau hidung. Alat berbentuk selang yang dilengkapi kamera ini akan membantu dokter mengetahui penyebab batuk darah.

• CT scan
Pemindaian ini bertujuan menghasilkan gambar dari struktur dada secara terperinci.

• Pemeriksaan X-ray pada dada
Melalui pemindaian ini, dokter dapat mengetahui adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau penumpukan cairan di dalam paru-paru.

Baca Juga:  Infeksi Telinga pada Anak-anak

Pengobatan

• Pemberian antibiotik untuk infeksi paru-paru akibat bakteri, seperti tuberkulosis atau pneumonia.

• Pemberian steroid jika batuk darah disebabkan oleh radang.

• Terapi radiasi atau kemoterapi jika batuk darah disebabkan oleh kanker paru-paru.

• Embolisasi arteri bronkial jika batuk darah terjadi akibat pendarahan di dalam arteri. Melalui metode ini, dokter akan memblok arteri yang bermasalah dengan menggunakan suatu zat atau bahkan kumparan logam dan mengalihkan peredaran darah ke arteri lain yang lebih sehat. Identifikasi sumber pendarahan dapat dibantu dengan kateter melalui monitor.

• Operasi untuk menangani gejala batuk darah akibat kondisi yang mengancam nyawa, misalnya operasi pengangkatan paru-paru pada penyakit paru-paru parah.

BACA JUGA : Tips Diet Sehat Bagi Remaja Putri