Jahe, Minuman Sehat Pembunuh Sel Kanker

DokterSehat.Com – Jahe adalah salah satu minuman yang banyak disukai oleh masyarakat, apalagi jika diminum dalam kondisi hangat di malam hari atau dikala hujan yang dingin. Tak hanya sangat nikmat, jahe ternyata memiliki banyak sekali manfaat kesehatan bagi tubuh. Fakta ini didapatkan dari penelitian yang dirilis dalam British Journal of Nutrition dimana jahe ternyata memiliki kandungan yang mampu membunuh beberapa sel kanker, layaknya kanker prostat, kanker ovarium, dan juga kanker kolorektal.

doktersehat-jahe

Dari penelitian ini, jahe dianggap sebagai salah satu minuman yang bisa memiliki manfaat yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kemoterapi. Hal ini dikarenakan jahe ternyata memiliki bahan aktif yang memiliki sifat anti angiogenik yang dikenal sangat efektif dalam membuat pertumbuhan sel kanker berhenti, khususnya dalam mencegah berkembangnya kanker ovarium.

Penelitian lain yang dipublikasikan hasilnya oleh American Association for Cancer dan dilakukan oleh para peneliti dari University of Michigan juga menunjukkan hasil yang sama, dimana kandungan di dalam jahe dianggap jauh lebih baik dan efektif dalam membunuh sel-sel kanker, namun dengan memberikan efek samping bagi tubuh yang sangat minimal. Jahe juga dianggap memiliki kandungan toksin yang sangat rendah dan tidak membuat tubuh mengalami resistensi obat. Penelitian ini bahkan sangaat merekomendasikan pemberian jahe bagi para penderita kanker ovarium. Tak hanya itu, penelitian ini juga menunjukkan fakta menggembirakan dimana jahe sangatlah efektif dalam mencegah berkembangnya kanker kolorektal karena membunuh sel-sel kanker ini dengan sangat efektif.

Memang, banyak penelitian ini baru dalam tahapan hasil dari manfaat jahe yang diberikan pada hewan percobaan layaknya tikus sehingga masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut pada manusia. Namun, pakar kesehatan yakin bahwa ada banyak sekali manfaat dari tanaman herbal ini. Kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe, namun tidak dianjurkan melebihi takaran 4 gram per harinya. Sementara itu, wanita hamil dianjurkan untuk mengkonsumsinya dengan takaran tidak lebih dari 1 gram setiap hari.