Jaga Pola Hidup Yuk Agar Terhindar dari Risiko Prostat Kronis

DokterSehat.Com – Banyak diantara kita pasti masih asing dengan istilah prostatitis, padahal penyakit ini mengenai sekitar 8% pria yang datang ke dokter urologi dengan masalah pada saluran kemih. Prostatitis atau radang prostat merupakan penyakit dengan karakteristik nyeri panggul atau nyeri perineum yang dirasakan pada ujung penis, daerah diatas pubis (suprapubis), dan skrotum. Disebut dengan prostatitis kronik jika penyakit ini telah berlangsung lebih dari 3 bulan. Penyebab dan patogenesis penyakit ini hingga sampai saat ini masih belum jelas. Beberapa peneliti mengungkapkan penyebab dan patogenesis yang berbeda satu sama lain, ada yang menyebutkan karena sistem imun, endokrin, sistem saraf, dan faktor psikologi.

doktersehat-pria-pinggang-besar-kanker-prostat-Gangguan-Stress-Pasca-Trauma-PTSD-diabetes-kutil-kelamin-konsultasi

Penelitian yang dilakukan di Cina mengungkapkan adanya hubungan pola hidup dan diet dengan kejadian prostatitis kronis. Sampel penelitian diambil dari rumah sakit di Shanghai. Data demografis, rekam medis, informasi pola hidup dan gejala prostatitis kronik diperoleh dari tiap sampel dengan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis untuk diidentifikasi faktor risiko pola hidup yang berpotensi meningkatkan prostatitis kronis.

Hasil penelitian pada populasi diatas didapatkan bahwa pola hidup yang berpotensi meningkatkan risiko prostatitis yaitu usia, karyawan shift malam, stress, perokok, kebiasaan konsumsi alkohol, pola diet yang tidak seimbang, frekuensi aktivitas seksual, ejakulasi yang tertunda, dan sering menahan kencing. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk melihat patogenesis faktor risiko diatas dengan terjadinya prostatitis.

Pola hidup memang sebaiknya dijaga mengingat tantangan jaman yang semakin maju membuat manusia terkadang melupakan kesehatan diri sendiri. Berbagai tekanan dalam pekerjaan, pergaulan dan keseharian membuat pola hidup menjadi melenceng ke arah yang dapat berakibat buruk ke kesehatan kita. Demikian pula hal di atas, hendaknya penderita prostatitis dan kita semua mulai mengubah faktor risiko yang bisa diubah agar membantu dalam keberhasilan terapi. Menghindari stress, stop merokok, stop minum alkohol harus benar-benar dilakukan agar risiko prostatitis menurun. Begitu pula dengan diet hendaknya dipilih makanan yang bergizi, minum air yang cukup. Dan yang tidak kalah penting adalah jangan menahan kencing terlalu lama karena berdampak buruk untuk kesehatan saluran kemih. Pola hidup yang sehat tentunya akan berdampak baik kita. Mari kita ubah pola hidup sebelum terlambat. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Baca Juga:  Cara Sehat Makan Mi Instan

Sumber: Pubmed