Inilah Waktu yang Tepat Mengkonsumsi Obat

DokterSehat.Com – Hingga kini masih banyak dokter atau tenaga kesehatan yang meresepkan obat hanya dengan aturan minum waktu pagi, siang, sore, atau malam, serta sebelum atau sesudah makan. Pasien pun biasanya menaati aturan ini. Namun dengan ukuran waktu yang demikian, pastinya membuat jarak konsumsi antar obat menjadi berbeda. Hal inilah yang menjadi kurang tepat dalam mengkonsumsi obat.

doktersehat-obat

Meskipun kini sudah ada rumah sakit yang menerapkan aturan meminum obat dengan pencantuman waktu dengan detail, misalnya pagi, pukul 07.00 setelah makan satu kali sehari. Lalu bagaimana ketika di dokter tidak menyebutkan waktu yang detail serta tidak tertulis dalam kantung obat?

Menurut dr. Anis Kurniawati, PhD, SpMK(K) yang kini menjabat sebagai sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kemenkes waktu yang tepat untuk meminum obat adalah waktu 24 jam dibagi sesuai dengan frekuensi obat harus diminum. Misalnya ketika obat diresepkan dengan aturan minum 3 kali sehari, maka obat harus diminum setiap delapan jam sekali. Ketika obat tersebut harus dikonsumsi diwaktu pagi, siang, dan malam, sebagai contoh dapat diatur demikian. Misalnya untuk obat yang dikonsumsi setelah makan. Pagi pukul 07.00 setelah sarapan menjadi jadwal meminum obat pertama. Selang delapan jam kemudian, yaitu pukul 15.00 menjadi jadwal meminum obat kedua, dan pukul 23.00 untuk yang ketiga kalinya. Jika tidak ingin terlalu malam untuk jadwal minum obat paling akhir, maka ajukan jadwal konsumsi obat di awal, misalnya 06.00 atau 06.30. Bahkan bagi Anda yang memiliki buah hati, bangunkan dia untuk meminum obatnya.

Mengapa demikian? dr. Anis menambahkan bawah frekuensi minum obat memiliki hubungan bagaimana konsentrasi obat di serum naik dan turun. Sebagai contoh obat jenis time dependent, maka obat tesebut harus ada terus-menerus di dalam serum, di atas konsentrasi hambat minimal, meskipun hanya sedikit. Ketika konsentrasi obat turun, maka tiba saatnya untuk meminum obat untuk waktu berikutnya untuk menjaga konsentrasi obat di dalam serum tetap stabil.

Baca Juga:  Pentingnya Mandi Untuk Tubuh

Namun ketika seseorang lupa untuk mengkonsumsi obat, padahal waktu sudah melebih di depalan jam ke-dua, maka di saat itu juga obat harus segera diminum, dan tetap kembali pada waktu delapan jam setelahnya. Jangan sampai dikonsumsi bersamaan di jam berikutnya. Sementara untuk jenis antibiotik pada umumnya dikonsumsi antara satu hingga dua kali dalam sehari, maka sesuaikan saja dengan frekuensi waktu.