Ini Yang Perlu Dilakukan Untuk Mendeteksi Dini Kanker Serviks

DokterSehat.Com – Kematian selebritis Julia Perez membuat semakin banyak orang yang mewaspadai penyakit kanker serviks. Di Indonesia sendiri, kanker serviks ternyata menjadi penyakit yang menyebabkan kematian paling banyak nomer dua di Indonesia. Melihat tingginya resiko kematian yang disebabkan oleh penyakit ini, ada baiknya kaum hawa melakukan deteksi dini pada kanker ini dengan lebih baik agar tidak mengalami nasib seperti yang dialami oleh Julia Perez.

doktersehat-wanita-kanker-serviks-rahim

Pakar kesehatan yang berasal dari RSUD WZ Yohanes di Kupang bernama dr. Unedo, SpOG(K) Onk, menyebutkan jika cara pertama yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan tes IVA atau Inspeksi Vagina dengan Asam Asetat. Tes IVA ini sendiri mudah dan cepat untuk dilakukan kapan saja, termasuk saat sebelum atau setelah fase menstruasi. Selain itu, teknik lain yang bisa digunakan adalah papsmear. Berbeda dengan tes IVA yang bisa dilakukan kapan saja, metode papsmear memiliki persyaratan lebih banyak. Sebagai contoh, wanita tidak sedang dalam kondisi menstruasi dan harus tidak melakukan hubungan intim selama beberapa hari sebelum melakukan tes ini.

Tes IVA sendiri sangat mudah dilakukan karena hanya menggunakan asam asetat sebagai pengujinya. Hal ini sangat berbeda dengan papsmear yang harus dilakukan oleh dokter yang sudah ahli dalam mengusap mulut rahim. Satu hal yang pasti, kedua metode ini cukup efektif untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Berbeda dengan deteksi dini, kaum hawa bisa melakukan pencegahan kanker serviks dengan cara mendapatkan vaksin untuk virus HPV tipe 16 dan tipe 18, sebagai informasi, kedua jenis virus ini bertanggung jawab pada lebih dari 87 persen kasus kanker serviks di tanah air. Vaksin ini sendiri bisa didapatkan wanita dengan usia 9 hingga 14 tahun. Namun, bagi wanita yang lebih tua, mereka juga bisa mendapatkan vaksin ini meskipun harus dengan takaran dosis yang berbeda. Selain vaksin, pakar kesehatan dr. Antony Atmadja, SPOG yang berasal dari RS Mitra Keluarga yang ada di Bekasi, Jawa Barat, menyarankan kaum hawa untuk menjaga gaya hidup sehat demi mencegah penyakit mengerikan ini.