Ini Yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil yang Tetap Bekerja

DokterSehat.Com – Bagi banyak wanita karir, kehamilan tidak akan menjadi hal yang mengganggu aktifitas harian mereka, khususnya yang ada di tempat kerja. Namun, demi menjaga kesehatan kehamilan sekaligus memastikan perkembangan janin di dalam kandungan tetap dalam kondisi yang baik, ibu tentu harus memperhatikan banyak hal saat bekerja. Berikut adalah tips-tips yang perlu dilakukan ibu hamil yang tetap bekerja.

doktersehat-wanita-hamil

Menjaga asupan makanan sehat
Salah satu kunci menjaga kehamilan bagi wanita karir adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat. Selain tetap menjaga konsumsi makan besar yang sehat dengan gizi seimbang setiap hari, ibu hamil yang biasanya memiliki nafsu makan lebih besar juga sebaiknya menyiapkan camilan sehat mengingat rasa lapar bisa memicu pusing dan mual-mual. Satu hal yang pasti, ibu hamil harus memenuhi asupan kalsium yang penting bagi perkembangan janin.

Mengkonsumsi suplemen tambahan
Ibu hamil haruslah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan karena bisa membuat mereka mendapatkan suplemen tambahan layaknya asam folat dan asam lemak omega 3 yang akan membantu pekembangan janin dengan baik.

Waktu tidur yang cukup
Meskipun sibuk bekerja, ibu hamil harus menjaga waktu tidurnya tetap cukup, yakni sekitar 7-8 jam setiap harinya. Selain itu, cobalah menyempatkan diri untuk melakukan tidur siang di sela-sela jam istirahat karena bisa membuat tubuh terasa lebih baik.

Melakukan olahraga ringan
Ibu hamil sebaiknya menyempatkan diri untuk melakukan olahraga ringan layaknya berjalan kaki di area sekitar kantor sehingga mereka pun lebih baik dalam mengatasi pembengkakan kaki yang memang kerap menyerang ibu hamil, sekaligus mencegah munculnya masalah pembekuan darah dan varises.

Menghindari alkohol dan asap rokok
Pakar kesehatan menyebutkan jika ibu hamil yang suka mengkonsumsi alkohol akan meningkatkan resiko bayi yang terlahir dengan kecacatan atau memiliki keterbelakangan mental. Selain itu, asap rokok juga harus dihindari karena bisa memicu kelahiran bayi prematur dan mengganggu perkembangan janin.