Ini Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Oleh Ibu Hamil

DokterSehat.Com – Ibu hamil tentu sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dengan nilai gizi yang tinggi. Tujuan dari konsumsi makanan sehat tersebut tentu saja agar kesehatan kehamilan bisa terjaga sekaligus membuat perkembangan janin tetap maksimal. Sayuran dan buah-buahan tentu akan menjadi rekomendasi pertama bagi ibu hamil karena memang memiliki berbagai nutrisi yang baik bagi kehamilan. Sayangnya, ternyata ada beberapa jenis sayuran yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Apa sajakah sayuran tersebut?

doktersehat-kehamilan-hamil-sayur-makanan

Lalapan mentah
Lalapan mentah cukup mudah ditemukan di berbagai makanan khas tanah air. Biasanya, lalapan mentah ini sangat nikmat untuk dikombinasikan dengan sambal yang pedas. Sayangnya, meskipun memiliki cukup banyak kandungan mineral, ada baiknya ibu hamil tidak mengkonsumsinya karena dikhawatirkan lalapan mentah ini kurang bersih saat dicuci sehingga masih memiliki banyak kandungan pestisida atau pupuk yang tentu akan berbahaya bagi kesehatan kandungan.

Kecambah
Tekstur kecambah yang kecil menjadi pertimbangan pakar kesehatan untuk tidak dikonsumsi oleh ibu hamil. Dengan tekstur sekecil ini, kita tentu akan kesulitan untuk membersihkannya secara teliti sehingga dikhawatirkan masih mengandung paparan pestisida. Untuk mencegah munculnya gangguan kehamilan, ada baiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi sayuran ini terlebih dahulu.

Daun pepaya
Ibu hamil muda sebaiknya menghindari daun pepaya karena menurut pakar kesehatan, daun pepaya memiliki kandungan enzim papain yang bisa membuat plasenta janin lebih rapuh. Hanya saja, setelah usia kehamilan sudah cukup matang, daun pepaya ternyata cukup aman untuk dikonsumsi asalkan tidak dalam porsi yang berlebihan.

Pare
Meskipun terasa pahit, dalam realitanya cukup banyak orang yang menyukai sayuran ini. Bagi ibu hamil, ada baiknya tidak mengkonsumsi sayuran ini terlebih dahulu karena memiliki senyawa alkali yang bisa memicu sakit perut, diare, mual dan muntah, gangguan mata, atau bahkan produksi air liur yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, kandungan senyawa alkali dalam pare juga bisa memicu kelahiran bayi prematur atau keguguran.