Ini Masalah Penyebab Sperma Pria Jadi Sedikit

DokterSehat.Com – Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses pembuahan sampai kehamilan terjadi, salah satu diantaranya adalah faktor jumlah sperma. Berdasarkan standar kesuburan pria yang ditetapkan oleh WHO, dalam setiap mililiter cairan semen (air mani) yang diejakulasikan pria normalnya terdapat 20 juta ekor sperma yang di hasilkan. Jumlah sperma yang sedikit atau kurang dari angka tersebut adalah pertanda bahwa pria bersangkutan memiliki masalah dengan kesuburan.



Proses terbentuknya sperma melalui alur yang sangat kompleks dan melibatkan kerjasama banyak sistem dan menuntut fungsi tubuh yang normal, mulai dari testis, hipotalamus, dan kelenjar hipofisis (sebuah organ di otak yang menghasilkan hormon yang memicu produksi sperma). Adanya gangguan pada salah satu sistem tersebut akan mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang dihasilkan.

Sperma diproduksi di testis dan akan keluar melalui lubang diujung kepala penis. Dalam proses tersebut, sperma akan bercampur dengan air mani sampai ejakulasi terjadi. Sperma yang keluar akan berenang dirahim wanita menuju saluran telur (tuba fallopi). Dari jutaan sperma yang dihasilkan hanya akan ada satu sperma yang berhasil mencapai garis finish dan menembus dinding sel telur dan terjadilah pembuahan.

Berikut beberapa hal yang bisa menurunkan produksi sperma :

• Makan daging olahan
Istri Anda mencoba untuk hamil? Jika iya, kurangi makan daging olahan. Sebuah penelitian terbaru menemukan, daging olahan seperti sosis dan bacon bisa merusak kualitas sperma.

Para peneliti Universitas Harvard menemukan, pria yang makan setengah porsi daging olahan per hari memiliki sel sperma berbentuk normal 5,5 persen, dibandingkan dengan 7,2 persen yang makan sedikit daging olahan. Sebaliknya, peneliti menemukan bahwa ikan bisa menjadi rahasia untuk sperma yang lebih baik.

• Menonton televisi
Tak banyak yang dilakukan sofa untuk kesehatan seperti yang Anda duga. Namun, ini bukan hanya soal sofa melainkan risiko kesehatan akibat makanan yang dicemil saat di sofa.

Baca Juga:  3 Hal yang membuat Virus Ebola Sangat Mematikan

Sebuah penelitian British Journal of Sports Medicine menegaskan, pria yang sering menonton televisi memiliki sperma lebih sedikit dibanding pria yang berolahraga. Pria yang melihat lebih dari 20 jam televisi dalam seminggu memiliki jumlah sperma 44 persen lebih rendah dibandingkan pria yang hampir tak menonton televisi.

• Minum
Ternyata, perut buncit bukanlah efek samping dari minum favorit. Minum alkohol bisa menurunkan kadar testosteron, yang pada gilirannya menurunkan produksi kualitas sperma.

• Tidak melakukan seks
Beberapa orang mengatakan, menyimpan sperma sampai wanita paling subur bisa membantu pasangan yang ingin memiliki anak.

Untuk orang dengan jumlah sperma rendah, menunda satu hari seks bisa mengurangi produksinya lebih banyak. Tidak melakukan hubungan seks juga menyebabkan sperma berubah bentuk yang menandakan sperma akan basi.

• Stres
Stres buruk untuk emosional dan fisik. Begitu pula dengan kesuburan. Stres berat atau berkepanjangan bisa mengganggu produksi testosteron.

• Makan kedelai
Sebuah penelitian di Harvard School of Public Health pada 2008 mengungkapkan, setengah porsi kedelai per hari bisa membahayakan produksi sperma. Isoflavon yang ditemukan dalam produk kedelai meniru estrogen.

• Gunakan laptop dan hp
Dua benda ini mungkin menjadi favorit Anda. Tapi akan lebih baik untuk jumlah sperma Anda jika menghindari menggunakannya dalam jangka waktu yang lama.

Para peneliti memperingatkan bahwa panas yang dilepaskan dari laptop bisa meningkatkan suhu di skrotum dan mengurangi produksi sperma.

Pada tahun 2008, sebuah studi mengungkapkan hubungan yang kuat antara penggunaan ponsel dan jumlah sperma. Orang-orang yang berbicara selama empat jam atau lebih memiliki sperma yang lebih sedikit dan lemah.

Baru-baru ini ditemukan, pria yang membawa ponsel di saku atau ikat pinggang cenderung memiliki sedikit sperma dan tidak aktif.

BACA JUGA : Beberapa Hal Penyebab Depresi