Ini Efek Buruk Dari Tayangan Bunuh Diri Di Media Sosial

DokterSehat.Com – Belakangan ini ada sebuah kasus bunuh diri yang menjadi perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, pria yang berinisial PI ini bunuh diri sambil menayangkannya secara langsung di media sosial Facebook! Video kematian pria yang berusia 35 tahun ini pun kemudian menjadi viral. Sayangnya, viralnya video bunuh diri ini dianggap berbahaya oleh para pakar kesehatan.

doktersehat-Depresi-Postpartum-Baby-Blue-Syndrome-Skizofrenia

Tanpa kita sadari, kasus bunuh diri di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan pakar kesehatan. Tak hanya jumlah kasus ini yang sangat tinggi, pilihan cara untuk melakukan bunuh diri juga semakin menyedihkan. Menurut dr. Andri, SpKJ yang merupakan psikiater dari rumah sakit Omni Alam Sutera di Tangerang, video bunuh diri tersebut seharusnya tidak lagi disebarkan karena hal ini bisa menjadi inspirasi oleh orang lain. Dalam dunia psikologi, hal ini bisa disebut sebagai werther effect, sebuah kondisi dimana para penderita depresi justru terinspirasi dan merasa memiliki ada teman yang juga mengalami penderitaan yang sama sehingga justru akan ikut-ikutan melakukan bunuh diri.

Bagi mereka yang tidak mengalami depresi, melihat seseorang yang bunuh diri tentu akan membuatnya merasa ngeri. Namun, bagi seseorang yang depresi, melihat tayangan ini justru seakan-akan bisa memberikannya solusi dan pembenaran untuk melakukan bunuh diri. Di Korea Selatan, negara yang memiliki kasus bunuh diri cukup tinggi, pemberitaan untuk bunuh diri sendiri sebisa mungkin diredam sedemikian rupa dan tidak memberikan detail yang jelas dengan tujuan mencegah orang lain terinspirasi oleh berita tersebut.

Into The Light Indonesia, sebuah komunitas yang bergerak di bidang kesehatan jiwa dan juga pencegahan bunuh diri, menyebutkan bahwa ada baiknya masyarakat tidak memberikan komentar negatif, merendahkan, atau mengolok-olok pada berita bunuh diri atau bahkan pada video tayangan bunuh diri yang sudah terlanjur viral ini. Jika ada orang yang memiliki masalah kejiwaan atau depresi melihat komentar yang negatif dan merendahkan ini, bisa jadi Ia akan semakin merasa tidak memiliki teman atau solusi untuk masalahnya sehingga memilih enggan untuk mencari bantuan dan akhirnya terinspirasi untuk juga melakukan bunuh diri.