Ini Bahayanya Terlalu Banyak Tidur

DokterSehat.Com – Banyak orang berpikir tidur berlebih saat akhir pekan merupakan bonus bagi tubuh, sehingga orang berusaha untuk menikmati hal tersebut dan berpikir akan merasa lebih baik setelahnya. Orang yang biasa tidur sedikit pada hari kerja (sekitar 5 jam) dan tidur berlebih saat akhir pekan yaitu lebih dari 8 jam, akan merasa lelah pada beberapa fungsi tubuhnya sehingga membutuhkan waktu peregangan yang lebih lama ketika bangun tidur. Hal ini dikenal dengan sleep drunkenness, jika sangat parah bisa membuat orang sulit untuk mengambil keputusan. Tapi untuk kasus yang umum membuat orang pusing saat bangun.

6

Faktor yang memungkinkan seseorang tidur berlebihan atau hipersomnia adalah memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga tidak bisa mengatur jadwal tidur dengan baik. Serta diperkirakan faktor genetik juga memainkan peranannya. Jika sering merasa pusing ketika bangun tidur mungkin Anda tidur terlalu lama. Aturlah jadwal tidur sehingga memiliki waktu tidur dan bangun yang teratur setiap harinya. Sehingga dapat memulihkan kondisi tubuh, mudah konsentrasi, daya analisis dan kreativitas.

Inilah beberapa alasan kenapa kita tidak boleh tidur berlebihan :

  • Sulit untuk hamil
    Bagi wanita, terlalu banyak tidur juga meningkatkan risiko sulit hamil. Pada tahun 2013, sebuah tim peneliti Korea menganalisa kebiasaan tidur sekitar 650 wanita yang mengikuti program bayi tabung.

    Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kehamilan tertinggi terjadi pada perempuan yang tidur malam selama 7-8 jam. Sedangkan tingkat kehamilan terendah terjadi pada wanita yang tidur 9-11 jam pada malam hari.

  • Merusak otak
    Sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur dapat merusak fungsi otak. Peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam atau kurang dari lima jam, otaknya akan mengalami penuaan dua tahun lebih cepat.

    Sedangkan terhadap wanita lansia, tidur terlalu banyak tidur dapat memperburuk fungsi otak selama enam tahun.

  • Depresi
    Berdasarkan hasil studi tahun 2014, peneliti menemukan bahwa terlalu banyak tidur atau durasi tidur yang panjang dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi depresi. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang tidur dalam kurun waktu 7-9 jam pada malam hari berisiko 27 persen mengalami depresi. Sementara mereka yang tidur 9 jam atau lebih, berisiko 49 persen mengalami depresi.