Ini Alasannya Mengapa Ada Orang yang Gagap

DokterSehat.Com – Kadangkala kita menemukan orang yang mengalami gangguan bicara dimana saat berbicara, Ia cenderung gagap dan kesulitan mengutarakan apa yang sebenarnya ingin Ia ucapkan. Meskipun kita bisa mengerti bahwa orang tersebut mengalami gagap dan kita bisa dengan sabar berkomunikasi dengannya, dalam realitanya masih banyak orang yang tidak mengerti bagaimana gagap bisa terjadi pada seseorang. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Children’s Hospital di Los Angeles akhirnya menemukan apa penyebab dari masalah ini dimana gagap ternyata terjadi karena adanya perubahan kondisi sirkuit pada otak.

doktersehat-mulut-bau

Dr. Bradley Peterson, salah seorang pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, menyebutkan jika ada 47 anak dan 47 orang dewasa yang menjadi partisipan penelitian. para orang dewasa memakai peralatan khusus yang disebut sebagai proton magnetic resonance spectroscopy atau MRS. Sebagian dari partisipan penelitian ini juga diketahui mengalami masalah gagap. Setelah meneliti kondisi otak dari semua partisipan, diketahui bahwa gagap terjadi karena adanya perubahan pada metabolisme sel yang ada di sirkuit otak yang disebut sebagai default-mode network, khususnya pada bagian yang mengendalikan kemampuan bicara. Pada mereka yang gagap, ada kepadatan jaringan saraf pada sirkuit tersebut yang ternyata tidak berkembang dengan sempurna.

Jane Fraser, presiden dari The Scuttering Foundation of America menyambut baik hasil penelitian ini karena mampu membuka wawasan baru bagi dunia kesehatan untuk lebih mengerti apa yang terjadi pada penderita masalah gagap ini. Ia menyebutkan jika sirkuit otak yang mengalami perubahan kondisi sehingga diduga memicu kegagapan juga berkaitan dengan emosi sehingga ada kemungkinan gangguan kecemasan juga ikut mempengaruhi kegagapan seseorang.

Yang menarik adalah, dari penelitian ini diketahui bahwa andai anak mengalami masalah gagap, hal ini belum tentu berlanjut hingga dewasa. 8 dari 10 anak ternyata akan sembuh dari kegagapan seiring dengan waktu, asalkan, Ia terus diajak untuk berkomunikasi dan mengasah keterampilan otak sehingga ada perubahan yang terjadi pada sirkuit otaknya yang mengendalikan kemampuan berbicara.