Ini Alasan Patah Hati Bisa Menyebabkan Tindakan Ekstrim Seperti Pesanan Go-Food Fiktif

DokterSehat.Com– Belakangan ini berita tentang orderan Go-Food fiktif yang menimpa Julianto Hidayat sedang ramai dibicarakan di media sosial. Kasus ini memang sangat unik karena diyakini dipicu oleh patah hati seorang wanita pada Julianto. Yang luar biasa adalah, patah hati ini membuat wanita tersebut melakukan tindakan ekstrim berupa memesan makanan melalui aplikasi Go-Food dalam jumlah yang sangat banyak dan ditujukan pada Julianto. Alhasil, Julianto pun kebingungan dengan datangnya makanan beserta tagihan dari banyak sekali makanan yang sama sekali tidak Ia pesan.



Diketahui, pesanan makanan via aplikasi ini terus berdatangan sejak hari Senin, 3 Juli hingga Kamis, 6 Juli 2017 lalu. Julianto sendiri sudah berusaha mendatangi kantor Go-Jek pada hari Selasa untuk melakukan laporan dan meminta agar tidak ada lagi pesanan yang datang. Hanya saja, karena prosesnya lama, hingga hari Kamis makanan ini terus berdatangan.

Pakar kesehatan psikologi dari Universitas Indonesia bernama Bona Sardo, MPsi menyebutkan bahwa patah hati memang bisa muncul akibat dari penolakan atau kekecewaan. Bagi mereka yang tidak legowo, maka hal ini akan menimbulkan emosi negatif dan akhirnya berujung pada tindakan ekstrim layaknya pesanan Go-Food fiktif ini.

Menurut Bona, tindakan ekstrim ini sebenarnya juga termasuk cara menarik perhatian orang Ia cintai namun mengecewakannya. Dengan melakukannya, diharapkan orang tersebut menyadari besarnya perhatian yang Ia sukai. Sayangnya, tindakan ekstrim ini justru akan memberikan dampak buruk dan justru membuat orang yang disukainya ketakutan atau bahkan semakin tidak menyukainya.

Dalam kasus yang dialami Julianto sendiri, Ia merasa kerepotan dan bahkan sangat terganggu dengan banyaknya pesanan dan tagihan makanan fiktif yang harus Ia terima. Julianto sendiri diketahui sudah melaporkan tindakan perempuan ini pada Polsek Jatinegara, Jakarta, karena merasa sangat dirugikan.