Ini Alasan Mengapa Wanita Suka Bergosip

DokterSehat.Com – Salah satu ciri khas kaum hawa yang dikenal banyak orang adalah kecenderungannya untuk suka berkumpul dengan teman-temannya dan tentu tidak akan pernah melewatkan waktu untuk bergosip. Banyak orang yang menyebutkan jika kebiasaan ini adalah cara bagi kaum wanita untuk melepas kepenatan. Beberapa pakar kesehatan dari Italia ternyata cukup penasaran dengan kesukaan wanita dalam bergosip dengan teman-temannya ini. Untuk mengetahuinya, mereka pun melakukan penelitian di University of Pavia. Hasil dari penelitian ini ternyata cukup mengejutkan.



Pemimpin penelitian, Natascia Brondino, mengaku jika Ia cukup penasaran mengapa ada kecenderungan wanita, dimanapun mereka berada, suka bergosip dengan teman-temannya dan bahkan bisa membuat mereka lupa waktu. Ia pun meminta partisipasi dari 22 wanita untuk terlibat dalam penelitian ini. Brondino dan tim penelitiannya sendiri mencoba untuk mencari tahu apakah ada penyebab biokimia yang membuat wanita suka bergosip dengan teman-temannya. Setelah mengecek kondisi tubuh para wanita yang sedang atau setelah bergosip, diketahui ternyata memang terjadi pelepasan hormon pada tubuh wanita yang bisa mempengaruhi kesukaan mereka dalam bergosip.

Menurut Brondino, setelah bergosip, tubuh wanita cenderung melepaskan hormon oksitosin, hormon yang membuat mereka merasa lebih berbahagia dan rileks. Hormon yang bisa meredakan stress ini juga dilepaskan saat wanita melakukan hubungan intim. Yang menarik adalah, karena efek dari hormon ini membuat wanita merasa tenang dan berbahagia, maka mereka pun dengan senang hati kerap bertemu dengan teman-temannya untuk kembali bergosip di lain waktu.

Melihat adanya fakta ini, kita memang tidak bisa menyalahkan kaum hawa yang suka menghabiskan banyak waktunya untuk bergosip dengan teman-teman. Dengan melakukannya, mereka bisa merasa lebih rileks, lebih berbahagia, dan hal ini bisa berimbas pada menurunnya stress. Dengan mampu mengendalikan stress lebih baik, maka wanita tentu akan menjadi lebih sehat, bukan?