Ini Alasan Mengapa Tidur Terlalu Lama Justru Membuat Kepala Pusing

DokterSehat.Com – Di hari Minggu seperti sekarang ini tentu banyak dari kita yang memilih untuk bangun siang. Dengan mendapatkan waktu tidur yang lebih lama, diharapkan badan akan terasa lebih baik dan lebih nyaman. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, tidur terlalu lama ternyata belum tentu sehat bagi tubuh kita. Banyak orang yang mengaku jika gara-gara tidur terlalu lama, mereka justru mengalami kepala pusing. Sebenarnya, mengapa tidur terlalu lama bisa membuat kepala pusing?

doktersehat-obat-tidur-insomnia

Pakar kesehatan dr. Karl Kurszelnicki berkata bahwa penyebab dari rasa pusing yang luar biasa pada kepala setelah tidur terlalu lama adalah terjadinya ketidakseimbangan pola tidur. Sebenarnya, kita menjalani pola tidur yang teratur dimana dalam satu jam, kita bisa berada dalam fase tidur yang sangat dalam sehingga sangat sulit untuk dibangunkan, namun, satu jam kemudian kita kembali ke fase tidur yang ringan. Pola ini terus berulang sepanjang malam dan biasanya sebelum terbangun, kita berada dalam fase tidur yang ringan terlebih dahulu. Jika kita secara sembarangan menambah waktu tidur, bisa jadi kita justru terbangun pada saat pola tidur kembali ke fase sangat dalam dan hal ini membuat tubuh terasa sangat sempoyongan untuk segera tersadar. Saat hal ini terjadi, maka kita akan cenderung mengalami disorientasi dan pikiran pun masih belum benar-benar sadar. Karena alasan inilah kepala kita bisa mengalami pusing yang sangat hebat setelah tidur terlalu lama.

Andai kita terbangun dari fase tidur yang dalam sehingga badan terasa tidak karuan, dr. Karl menyarankan kita untuk menghabiskan waktu sekitar 45 menit untuk bersantai dan membuat pikiran kita berangsur-angsur tersadar. Kita juga sebaiknya tidak sembarangan untuk melakukan beberapa hal karena dikhawatirkan konsentrasi pikiran belum benar-benar dalam kondisi yang baik sehingga bisa memicu kesalahan atau kecelekaan. Hal ini didasari oleh hasil penelitian yang menyebutkan jika orang-orang yang terbangun dari fase tidur yang dalam ternyata bisa memberikan jawaban yang salah andai diminta menjawab soal matematika yang sederhana pada saat 5-10 menit pertama setelah bangun tidur.