Ini Alasan Mengapa Tidak Semua Perokok Bisa Terkena Kanker Paru

DokterSehat.Com – Banyak perokok yang mengaku sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak terkena masalah kesehatan layaknya kanker paru sehingga merasa jika kebiasaannya ini tidak berpengaruh banyak bagi kesehatannya. Padahal, sebagaimana kita ketahui, kebiasaan merokok bisa membuat seseorang lebih beresiko terkena kanker, termasuk kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernafasan lainnya. Mengapa ada perokok yang bisa tidak terkena kanker paru?

doktersehat-paru-rokok-kanker

Pakar kesehatan dr. Elisna Syahruddin, Ph.D,SpP(K) berkata bahwa ada sebagian perokok yang memang bisa terhindar dari berbagai penyakit kronis yang disebutkan di atas. Menurut beliau, tidak semua perokok juga bisa terkena kanker. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan perkembangan kanker yang sangat panjang dan bisa bertahun-tahun lamanya. Selain itu, adanya kemampuan tubuh dalam memperbaiki diri andai perokok mau berhenti merokok membuat kanker pun bisa dilawan dan tubuh berada dalam kondisi yang kembali sehat.

Menurut dokter yang ahli di bidang penyakit paru-paru dari RS Persahabatan Jakarta ini, tubuh memang mampu memperbaiki berbagai kerusakan hingga merespon perubahan sel menjadi abnormal yang memang bisa terjadi akibat kebiasaan merokok. Sayangnya, kemampuan ini tidak dimiliki oleh semua orang dan mereka yang tidak beruntung inilah yang akhirnya bisa mengembangkan kanker dan berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Kemampuan tubuh dalam membunuh berbagai sel-sel abnormal yang bisa berkembang menjadi kanker ini juga bisa dipengaruhi oleh hal-hal lainnya, baik itu asupan nutrisi harian, daya tahan tubuh, hingga faktor-faktor pendukung lainnya layaknya kemampuan dan daya tahan sel tubuh yang lebih bagus. Jika hal ini terjadi, maka Ia pun tidak mudah terkena kanker.

Jika seseorang mau berhenti merokok pada saat fase pra kanker, fase dimana terjadi perubahan sel normal menjadi sel-sel abnormal namun belum mengembangkan kanker, maka kemampuan tubuh dalam mencegah kanker juga akan membaik. Hanya saja, menurut dr. Elisna, agar kita bisa menurunkan resiko terkena kanker paru, ada baiknya memang kita sebisa mungkin menghindari asap rokok.