Ini Alasan Mengapa Tidak Semua Ibu Hamil Mengalami Morning Sickness

DokterSehat.ComMorning sickness adalah hal yang wajar terjadi pada ibu hamil, khususnya pada fase awal kehamilan. Adanya morning sickness ini membuat ibu mengalami mual-mual dan muntah-muntah sehingga kesulitan untuk mengkonsumsi makanan. Meskipun cukup wajar terjadi, jika kita mencermati, cukup banyak pula ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa tidak semua ibu hamil mengalami masalah morning sickness ini?

doktersehat-hamil-mual-muntah

Menurut sebuah penelitian, ada 30 persen ibu hamil yang menjalani kehamilannya tanpa pernah mengeluhkan adanya pusing-pusing, mual, dan juga muntah-muntah. Pakar kesehatan Marra Francis dari Texas, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa morning sickness ternyata terjadi akibat peningkatan dari beberapa jenis hormon, khususnya hormon yang bernama human chorionic gonadotropin atau hCG. Bagi ibu hamil yang mengalami peningkatan kadar hormon hCG, estrogen, dan hormon-hormon lainnya secara signifikan, maka mereka akan mengalami masalah morning sickness tersebut.

Di fase awal kehamilan, hormon-hormon tersebut memang jumlahnya cenderung meningkat dengan cepat. Bahkan, kadar hormon hCG bisa meningkat dua kali lipat setiap minggunya. Saat kehamilan mencapai trimester kedua, kadar hormon tersebut sebenarnya masih mengalami peningkatan. Namun, karena tubuh sudah terbiasa dengan peningkatan ini, maka tubuh pun tak mengalami masalah morning sickness lagi pada usia kehamilan yang sudah matang.

Apakah wanita yang tidak mengalami morning sickness tidak mengalami peningkatan kadar hormon tersebut? Jawaban dari pertanyaan ini bisa iya dan bisa tidak. Menurut Francis, jika ibu hamil tidak mengalami peningkatan kadar hormon, mereka justru meningkatkan resiko terkena keguguran. Beruntung, ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness ternyata seringkali disebabkan oleh tubuhnya yang cenderung lebih baik dalam menoleransi berbagai perubahan saat kehamilan, khususnya dalam hal perubahan kadar hormon.