Ini Alasan Mengapa Tekstur Makanan Bisa Berubah Saat Disimpan di Dalam Kulkas

DokterSehat.Com– Jika kita cermati, ada beberapa bahan makanan dan buah yang ternyata mengalami perubahan tekstur setelah kita simpan di dalam kulkas. Padahal, tujuan dari menyimpan bahan makanan tersebut sebenarnya adalah agar bisa terjaga kesegarannya sehingga bisa dikonsumsi setiap saat dalam kondisi yang masih baik. Logikanya, suhu kulkas yang dingin memang mampu membuat bahan makanan atau buah akan mampu tetap segar dalam beberapa hari. Lantas, apa penyebab dari perubahan tekstur bahan makanan ini saat kita simpan di dalam kulkas?

doktersehat-kulkas-lemari-es

Chef terkemuka tanah air yang menjadi juri di acara reality show memasak yang cukup terkenal di televisi swasta, Ririn Marinka, menyebutkan bahwa bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti sayuran, daging, hingga buah-buahan seharusnya tidak akan mengalami masalah jika disimpan di dalam kulkas dan bisa tetap terjaga kesegarannya. Hanya saja, kita harus memastikan bahwa suhu di kulkas tetap konstan. Jika suhu di kulkas kerap mengalami perubahan atau pengaturan suhu di dalam kulkas ternyata tidak tepat, maka ada kemungkinan tekstur bahan makanan ini akan mengalami perubahan. Yang menjadi masalah adalah, perubahan tekstur ini juga diiringi dengan penurunan kadar nutrisi seperti vitamin pada bahan makanan tersebut.

Ririn melanjutkan bahwa jika suhu di dalam kulkas tidak stabil, maka tekstur makanan akan berubah. Sebagai contoh, jika kita menyimpan apel pada kulkas yang suhunya tidak stabil, maka apel ini akan cenderung bertekstur lebih renyah.

Ririn juga menyebutkan bahwa ada sebuah kebiasaan masyarakat tanah air yang sebenarnya tidak harus dilakukan, yakni menyimpan daging di bagian freezer kulkas. Padahal, menurut beliau, daging bisa disimpan di bagian kulkas biasa. Terkecuali jika kita memang sengaja menyimpan daging ini untuk dimakan di kemudian hari, maka daging ini memang sebaiknya disimpan di dalam freezer.