Ini Alasan Mengapa Saat Pancaroba Kita Mudah Jatuh Sakit

DokterSehat.Com– Di musim pancaroba seperti sekarang ini, kita terkadang bisa mendapati suhu udara yang sangat panas dan terik namun dalam beberapa saat bisa berubah menjadi hujan deras yang sejuk. Tak hanya memicu perubahan cuaca, musim pancaroba disebut-sebut juga membuat kita lebih mudah jatuh sakit. Sebenarnya, apa alasan dari mudahnya kita jatuh sakit di musim pancaroba?

doktersehat-flu-pilek-infeksi-otak

Pakar kesehatan di bidang Telinga Hidung Tenggorokan (THT) bernama Rusdian Utama Roeslani menyebutkan bahwa saat musim pancarona, virus atau bakteri juga cenderung lebih mudah untuk berkembang biak. Tak hanya itu, perubahan cuaca yang tidak menentu membuat tubuh kita masih dalam tahapan beradaptasi dengan perubahan ini dan akhirnya lebih rentan untuk terkena penyakit.

Sebenarnya, andai kita memiliki kondisi tubuh yang sehat dan bugar, penyakit khas musim pancaroba layaknya pilek, batuk, flu, atau demam tidak akan mudah menyerang kita. Sayangnya, karena berbagai kesibukan, kita bisa mengalami capek, tubuh terasa lelah dan tidak fit. Hal ini ternyata membuat virus penyebab penyakit lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Saat daya tahan tubuh kita melemah, maka virus dan bakteri bisa dengan mudah memasuki tubuh. Tak butuh waktu lama, dalam waktu 24 jam saja kita sudah bisa mengalami masalah berupa hidung tersumbat. Biasanya, hal ini akan dilanjutkan dengan tenggorokan yang terasa kering, munculnya pilek, dan pada keesokan harinya kita akan mengalami batuk-batuk.

Untuk mencegah datangnya penyakit di musim pancaroba seperti sekarang ini, ada baiknya kita menjaga asupan air minum dengan cukup, mengkonsumsi makanan yang bergizi, khususnya buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin, dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tak hanya itu, cobalah untuk mengkonsumsi suplemen vitamin C agar bisa memperkuat daya tahan tubuh. Hanya saja, jika kita memiliki masalah pada lambung, ada baiknya tidak sembarangan mengkonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi karena bisa menyebabkan gangguan lambung.