Ini Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Menahan Buang Air Besar

DokterSehat.Com – Karena alasan keterbatasan waktu atau bahkan terburu-buru, banyak orang yang memilih untuk menahan buang air besarnya hingga waktu yang cukup lama, bahkan bisa berhari-hari. Banyak orang yang berpikir jika asalkan mereka tetap melakukan buang air besar, maka hal ini tidak akan menjadi masalah yang besar bagi kesehatan tubuh karena kotoran bisa terbuang. Padahal, dalam realitanya menahan buang air besar cukup lama akan bisa menyebabkan masalah kesehatan. Tercatat, seorang warga Inggris bernama Emily Titterington harus meregang nyawa akibat terlalu lama menahan buang air besar. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-ambeien-wasir-hemoroid-hematuria

Pakar kesehatan menyebutkan jika Emily, yang saat itu berusia 16 tahun dan mengalami autisme ringan, memang memiliki masalah kesulitan buang air besar sehingga cenderung memilih untuk menahan buang air besarnya hingga waktu yang lama. Karena kebiasaan inilah, ususnya mengalami pembesaran dalam skala yang sangat masif. Perutnya sendiri cenderung semakin membesar dan tinja di dalam perutnya semakin mengeras sehingga Ia pun semakin kesulitan buang air besar hingga pada akhirnya harus meninggal dunia. Memang, kasus seseorang meninggal karena menahan buang air cukup jarang terjadi. Namun, bukan berarti kita menyepelekan hal ini, bukan?

Anak kecil memiliki kecenderungan menahan buang air besar, apalagi jika mereka merasa sakit karena sembelit dan takut untuk mengejan. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, tinja di dalam perut yang semakin mengeras akan menyebabkan buang air besar semakin sulit dilakukan dan membuat masalah sulit buang air besar menjadi semakin parah. Untuk menghindari hal ini, pakar kesehatan pun menekankan pentingnya makanan yang kaya serat setiap hari yang bisa membantu proses pencernaan dan buang air besar menjadi jauh lebih lancar.

Baca Juga:  Amankah Penggunaan Deodorant Bagi Wanita?

Setiap orang memiliki variasi buang air besar yang berbeda-beda. Ada yang bisa buang air besar setidaknya tiga atau empat hari sekali namun tidak memiliki masalah pada kesehatan tubuhnya. Yang menjadi masalah adalah, jika frekuensi buang air besar berubah tidak seperti biasanya sehingga kita pun sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.