Ini Alasan Mengapa Berita Bohong Mudah Untuk Menyebar

DokterSehat.Com– Belakangan ini kita bisa dengan mudah menemukan berita bohong atau hoax yang ada di media sosial atau di broadcast aplikasi chatting. Sebagai contoh, ada berita tentang akan dibangunnya Disneyland di Boyolali atau bahkan hoax politik yang belakangan ini kerap memanas dan membuat silang pendapat. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa hoax cenderung lebih mudah untuk menyebar jika dibandingkan dengan berita-berita nyata atau berita lainnya?

doktersehat-berita-hoaks

New York Times menyebut berita-berita bohong yang kerap kali dibumbui dengan judul yang bombastis dan menarik perhatian ini sebagai “virus digital”. Yang menjadi masalah adalah, virus digital ini cenderung lebih mudah menjadi viral dan dipercaya oleh banyak orang. Penyebab dari mudahnya informasi bohong ini menyebar adalah karena terbatasnya perhatian manusia dan banyaknya informasi yang muncul di media sosial atau internet.

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa manusia cenderung mengalami bias informasi karena hanya memperhatikan atau menyebarkan informasi yang sesuai dengan yang Ia percaya atau Ia sukai meskipun informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Tak hanya itu, kebanyakan orang, termasuk masyarakat tanah air, juga cenderung tidak mempedulikan kredibilitas dari sumber berita. Sebagai contoh, sebuah berita berawal dari sebuah situs yang tidak memiliki kaidah jurnalistik yang jelas namun tetap saja dipercaya sebagai sumber informasi yang kompeten.

Penyebab lain dari berita bohong mudah menyebar adalah karena mudahnya kita mendapatkan berita dari teman atau orang-orang yang kita kenal. Karena kita biasanya juga percaya dengan teman atau keluarga tersebut, maka otak kita tidak benar-benar menyaring informasi tersebut dan mudah untuk mempercayainya, apalagi jika teman tersebut dikenal sebagai pribadi baik-baik dan mudah dipercaya. Sayangnya, di era dimana sangat banyak informasi yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya ini, kita tidak bisa begitu saja mudah mempercayai isi berita yang direkomendasikan atau dibagikan oleh orang-orang yang kita kenal.