Ini Alasan Mengapa Anak Terkadang Terpeleset Lidah di Depan Banyak Orang

DokterSehat.Com – Sebuah kejadian lucu terjadi pada anak Sekolah Dasar yang sedang menjawab pertanyaan dari Presiden Joko Widodo. Saat ditanyai oleh presiden, entah bagaimana ceritanya sang anak terpeleset lidah dan bukannya menjawab pertanyaan dengan ikan tongkol namun dengan kata yang sebenarnya merujuk pada alat kelamin pria. Semua orang, termasuk presiden pun tertawa terbahak-bahak melihat jawaban polos sang bocah. Sebenarnya, mengapa terkadang anak bisa terpeleset omong saat berbicara di depan banyak orang?



Pakar kesehatan psikologi anak yang berasal dari Tiga Generasi, bernama Annelia Sari Sani, MPsi, berkata bahwa ada kemungkinan sang anak mengalami disleksia, namun, bisa jadi sebenarnya anak hanya gugup tampil di depan orang banyak, apalagi di depan orang nomor satu di negeri ini. Hanya saja, jika memang anak mengalami masalah berbicara atau berbahasa. Bisa jadi di dalam otaknya Ia sudah berpikir untuk mengucapkan ikan tongkol namun saat di mulut, kata yang disebut justru sama sekali berbeda. Selain itu, ada kemungkinan Ia pernah mendengar kata yang merujuk alat kelamin ini sebelumnya dan kerap dijadikan bahan bercandaan bersama dengan teman-temannya atau anak-anak yang lebih tua. Alhasil, sang anak dengan tenang menyebut kata yang jorok tersebut tanpa mengetahui bahwa kata ini sebenarnya berkonotasi negatif. Apalagi di dalam video terlihat jelas jika ekspresi si anak datar-datar saja pertanda bahwa Ia mengucapkannya tanpa maksud apapun.

Anak-anak yang mengalami disleksia biasanya mengalami masalah dalam proses koding di dalam tubuh. Saat berada di otak, kata yang sudah disiapkan untuk diucapkan adalah tongkol namun yang keluar justru berbeda sama sekali. Selain itu, ada pula gangguan bicara lain yang bisa dialami oleh anak layaknya dengan mengganti beberapa suku kata atau terbolak-balik dalam mengucapkan suku kata. Sebagai contoh, kartun Crayon Sinchan sangat terkenal karena tokoh utamanya selalu mengucapkan kata “kebongce” alih-alih “kecebong”. Selain itu, ada pula anak yang menghilangkan atau menambah suku kata layaknya menyebut “sepatu” dengan kata “patu” atau “srepatu”

Biasanya, respon orang tua saat mendengar anak salah bicara ini adalah tertawa. Memang, hal ini terlihat sangat lucu dan normal. Namun, setelah tertawa, orang tua tentu harus mengingatkan anak bahwa apa yang diucapkan adalah salah dan harus segera diperbaiki sehingga ke depannya anak tidak akan lagi salah bicara.