Ini Alasan Mengapa Ada Baiknya Kita Tidak Memakai Botol Dot Saat Memberikan ASI Perah Pada Bayi

DokterSehat.Com – Bagi ibu yang sibuk atau menjalani karir, habisnya masa cuti melahirkan tentu akan menjadi masalah tersendiri dalam memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya. Beruntung, mereka bisa memberikan ASI yang sudah diperah sebelumnya dan disimpan di dalam botol sehingga bayi pun tidak akan kekurangan ASI saat membutuhkanya. Kebanyakan ibu akan memilih untuk menggunakan botol dot saat memberikan ASI perah bagi anaknya alih-alih menggunakan gelas dan sendok karena dianggap jauh lebih praktis. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, penggunaan dot ini kurang baik bagi kegiatan menyusui. Seperti apakah kerugian yang bisa didapatkan andai kita menggunakan botol dot untuk memberikan ASI perah?

doktersehat-anak-kecil-minum-susu-gizi-nutrisi-bayi-balita

Bingung puting
Menggunakan botol dot untuk memberikan ASI perah ternyata bisa memicu masalah bingung puting, kondisi dimana bayi justru akan tidak mau lagi menyusu secara alami melalui payudara ibu. Saat menggunakan botol dot, bayi harus mengubah cara menghisap dot tersebut sehingga Ia justru akan kesulitan untuk menghisap puting payudara ibu untuk mendapatkan ASI.

Mengalami gangguan pertumbuhan gigi
Andai bayi kerap menggunakan botol dot untuk mendapatkan ASI perah, maka dikhawatirkan Ia akan mengalami masalah gigi atau maloklusi rahang. Selain itu, Ia juga lebih beresiko untuk tersedak susu. Padahal, tersedak pada bayi bisa sangat berbahaya.

Rentan terkena infeksi
Karet pada dot ternyata bisa menjadi tempat ideal bagi kuman untuk berkembang biak. Selain itu, karena kerap dipanaskan setiap hari, bahan karet dan plastik ini bisa jadi mengalami perubahan struktur kimia dan tentu akan berbahaya bagi kesehatan bayi. Pakar kesehatan menyebutkan jika penggunaan dot ini bisa memicu penurunan daya tahan tubuh pada bayi sehingga bayi pun lebih rentan terkena infeksi.

Baca Juga:  Penderita Diabetes Bisa Memilih Sayuran Berikut yang Aman Untuk Dikonsumsi

Susah disapih
Karena sudah mengenal dot semenjak usia yang sangat dini, maka anak pun akan cenderung lebih sulit untuk disapih. Padahal, andai anak baru bisa disapih setelah usia lebih dari 2 tahun, maka hal ini bisa berimbas pada perkembangan psikologis anak yang sangat buruk dan bisa berpengaruh pada kemandiriannya serta pengambilan keputusannya saat besar nanti.