Ingin Sukses Berhenti Merokok? Operasi Plastik Saja

DokterSehat.Com– Bagi para perokok, berhenti dari kebiasaan buruknya ini sepertinya sangat sulit untuk dilakukan. Dalam realitanya, kandungan di dalam rokok memang bisa menyebabkan kecanduan yang sangat sulit untuk dihentikan. Namun, menurut pakar kesehatan, kita bisa sukses berhenti merokok dengan cara melakukan operasi plastik. Bagaimana bisa?

doktersehat-rokok

Bukan operasi plastik yang akhirnya mampu membuat kita berhenti merokok, namun masa persiapan operasi plastik-lah yang berhasil membuat kita benar-benar menghentikan kebiasaan buruk ini. Sebagai informasi, pasien yang ingin menjalankan operasi plastik biasanya akan benar-benar diminta untuk berhenti merokok setidaknya 2 pekan sebelum prosedur operasi dilakukan. Jika mereka tetap nekat merokok, maka mereka bisa mendapatkan komplikasi yang berbahaya. Dokter bedah sendiri biasanya menolak melakukan prosedur operasi plastik saat tahu jika pasiennya masih nekat merokok.

Dengan benar-benar berhenti 2 pekan tidak merokok, para pasien ini ternyata berhasil mengatasi kecanduannya dan akhirnya benar benar bisa berhenti. Aaron van Slyke, salah seorang pakar kesehatan menyebutkan bahwa konsultasi pada dokter tentang resiko besar dari kebiasaan merokok ternyata bisa membuat mereka sadar tentang bahaya merokok dan akhirnya memilih untuk berhenti melakukannya.

Sebagai informasi, merokok mampu membuat pembuluh darah semakin mengkerut sehingga oksigen pun tidak lagi terikat dengan sel darah. Hal ini akan membuat jumlah oksigen yang ada di sirkulasi darah berkurang sehingga luka bekas operasi pun menjadi lebih lama untuk sembuh. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat hasil operasi plastik jauh dari yang diharapkan dan memicu efek samping berupa nekrosis atau kematian pada sel dan jaringan tertentu pada tubuh.

Mengingat tidak semua orang tertarik untuk melakukan operasi plastik, kita bisa saja berkonsultasi pada dokter untuk mencari cara terbaik agar bisa berhenti merokok sebelum mendapatkan penyakit berbahaya seperti kanker atau penyakit jantung.