Ingin Mengobati Bronkitis Dengan Terapi Bekam, Paru-Paru Pria Ini Justru Menyusut Drastis

DokterSehat.Com– Sebuah kasus yang cukup aneh terjadi di Wuhan, China. Seorang pria bernama Goh yang memang sudah mengidap bronchitis kronis ingin menyembuhkan penyakitnya dengan melakukan terapi bekam. Namun, terapi ini justru memberikan pengaruh buruk bagi organ paru-parunya. Seperti apakah pengaruh buruk tersebut?

doktersehat-paru-paru-Asbestosis-Fibrosis-paru-kanker-pneumonia

Goh mengaku kerap batuk-batuk tanpa henti tatkala suhu udara berubah menjadi dingin akibat dari bronchitis kronis yang Ia derita. Berbagai pengobatan konvensional sudah dicoba, namun, penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan dan membuatnya hampir putus asa. Akhirnya, Ia pun tertarik untuk mencoba terapi bekam yang diharapkan bisa mengatasi batuk-batuk yang dideritanya. Apalagi salah satu pengobatan tradisional ini dipercaya mampu mengatasi rasa sakit, pembengkakan, dan sirkulasi darah.

Pada awalnya, badannya terasa baik-baik saja saat melakukan terapi bekam. Namun, tiba-tiba saja dadanya terasa pengap dan sakit usai menyelesaikan terapi. Wajahnya semakin pucat dan kondisi tubuhnya semakin melemah sehingga keluarga Goh pun langsung melarikannya ke rumah sakit. Tatkala diperiksa kondisi kesehatannya, dokter sangat terkejut melihat paru-paru milik pria ini.

Karena sudah lama mengidap bronchitis, paru-paru Goh ternyata semakin melemah. Sayangnya, terapi bekam yang dilakukan Goh ternyata membuat ada gas yang terperangkap di dalam rongga dada dan mempengaruhi tekanan di lokasi tersebut yang membuat ukuran paru-paru pria ini menyusut.

Melihat adanya fakta ini, dokter pun memperingkatkan semua orang untuk tidak sembarangan menggunakan terapi bekam jika memiliki masalah kesehatan di paru-paru. Ibu hamil, wanita yang sedang haid, dan mereka yang mengalami masalah pembekuan darah juga sebaiknya tidak sembarangan melakukan metode pengobatan tradisional ini. Jika memang ingin mencoba pengobatan alternatif, selalu berkonsultasi pada dokter demi mencegah mendapatkan efek samping yang berbahaya.