Ingin Jantung Sehat? Hindari Makanan Ini!

DokterSehat.com – Sampai sejauh ini penyakit jantung masih menjadi jawara penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Di wilayah Amerika, per 39 detik satu nyawa melayang akibat srangan penyakit mematikan ini.



Untuk dapat menghindari serangan penyakit jantung, penerapan pola hidup sehat seyogyanya juga diikuti dengan asupan makanan sehat yang baik bagi jantung. Sebisa mungkin hindari makanan-makanan yang menjadi musuh bebuyutan jantung. Apa saja makanan yang berpotensi memperburuk kondisi jantung?

Lemak Jenuh

Lemak jenuh berpotensi meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Kolesterol jahat dalam tubuh yang terus menerus tertimbun dapat menjadi plak dalam pembuluh darah. Plak dalam darah inilah yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung. Batasi asupan lemak jenuh ± 5% dari total kalori yang diperlukan.

Lemak Trans

Inilah musuh utama penyakit jantung. Sepertihalnya lemak jenuh, lemak trans mampu meningkatkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh sekaligus menurunkan kadar kolesterol yang baik. Pihak American heart menghimbau agar konsumsi lemak trans dibatasi kurang dari 1% dari total kebutuhan kalori. Apabila dalam sehari Anda mengkonsumsi 2.000 kalori, maka itu berarti Anda hanya boleh mengkonsumsi 2gr lemak trans.

Cara praktis untuk meminimalisir asupan lemak trans dalam tubuh adalah dengan menjauhi makanan yang mangandung minyak terhidrogenasi sebagian dan minyak terhidrogenasi pada label kemasan minyak. Sumber lemak trans pda umumnya terkandung dalam: keju, makanan ringan, biscuit, margarin, dan lain sebagainya.

Gula Tambahan

Konsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebih berkait erat dengan kadar trigliserida, risiko tekanan darah tinggi, dan risiko penyakit jantung. Gula tambahan pada umumnya terdapat pada madu, sirup tinggi fruktosa, gula jagung, konsentrat jus buah, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Penyebab Penyakit Jantung Bocor

Garam

Dengan membatasi asupan garam dapat membantu penurunan risiko tekanan darah tinggi . Di sekitar kita cukup banyak makanan yang jauh dari rasa asin namun justru mengandung kadar garam yang cukup tinggi, seperti: saus, sosis, makanan kalengan, dan lain sebagainya.