kirim artikel kesehatan
kontak kami
direktori rumah sakit indonesia

Seputar Baby Blue Sindrom

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 6 - 04 - 2010 | 10 komentar

Dokter Sehat - Baby Blue Sindrom / Baby Blues Syndrome, atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami antibiotics oleh sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan bayinya.

Aneh memang… perasaan senang menanti-nanti kelahiran sang buah hati, ternyata pada sebagian ibu bisa berubah menjadi depresi, setelah proses kelahiran bayi.

Baby Blues Syndrome masih tergolong ringan dan biasanya berlangsung hingga 2 minggu. Jika Anda mengalaminya lebih dari 2 minggu, bisa jadi itu adalah Postpartum Depression dan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda…

Beberapa Gejala Kasus Baby Blues Syndrome:

1. Menangis tanpa sebab yang jelas
2. Mudah kesal
3. Lelah
4. Cemas
5. Tidak sabaran
6. Enggan memperhatikan si bayi
7. Tidak percaya diri
8. Sulit beristirahat dengan tenang
9. Mudah tersinggung

Jika setelah melahirkan Anda mengalami berbagai kondisi dan perasaan di atas, maka besar kemungkinan Anda sedang dilanda Baby Blues Syndrome…

Apa Beda Baby Blues Syndrome dengan Postpartum Depression?

Perbedaan keduanya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala di atas. Pada Postpartum Depression, Anda akan merasakan berbagai gejala tersebut lebih sering, lebih hebat, serta lebih lama.

Bagaimana cara membedakannya?

Sebenarnya caranya mudah. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola tidur si ibu. Jika ketika ada orang lain menjaga bayi, si ibu bisa tertidur, maka besar kemungkinan si ibu hanya menderita Baby Blues Syndrome (BBS). Namun jika si ibu sangat sulit tertidur walaupun bayinya dijaga oleh orang lain, maka mungkin tingkat depresinya sudah termasuk ke dalam Postpartum Depression (PPD).

Beberapa Gejala Postpartum Depression:

1. Cepat marah
2. Bingung
3. Mudah panik
4. Merasa putus asa
5. Perubahan pola makan dan tidur
6. Ada perasaan takut bisa menyakiti bayinya
7. Ada perasaan khawatir tidak bisa merawat bayinya dengan baik
8. Timbul perasaan bahwa ia tidak bisa menjadi ibu yang baik

PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah kelahiran bayi…

Pada kasus PPD akut, si ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri…

Apa Penyebab PPD?

Walaupun hingga artikel ini ditulis tidak ada yang tahu pasti penyebab timbulnya PPD, namun berbagai faktor berikut sepertinya sangat berpengaruh:

1. Perubahan hormon si ibu
2. Tekanan menjadi ibu baru
3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi
4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan
5. Merasa terisolasi
6. Kelelahan


Berikut beberapa tips yang berkaitan dengan baby blue syndrome sebelum proses melahirkan :

1. Meminta bantuan dan dukungan keluarga besar sebelum melahirkan.

2. Sang ibu harus banyak membaca tentang pengetahuan perawatan bayi.

3. Siapkan mental sang ibu dengan sharing, memperbanyak pengetahuan medis dan memperbanyak ibadah.

Pengobatan Baby Blue Syndrome

Setelah proses melahirkan dan didapati sang ibu mengealami gejala baby blue syndrome, maka beberapa tips berikut dapat dilakukan untuk mengatasi masalah baby blue syndrome pada ibu muda.

1. Meminta bantuan keluarga besar untuk mengurus sang bayi.

2. Banyak tidur untuk sang ibu.

3. Sang ibu harus sharing kesulitan dan masalah pada suami atau keluarga.

4. Memanfaatkan waktu untuk relaksasi.

5. Jangan lupa makan dan perhatikan pola gizi yang masuk.
referensi: bundagaul.com, tipsbayi.com & berbagai sumber lain

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 9.5/10 (12 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: +18 (from 18 votes)
Seputar Baby Blue Sindrom, 9.5 out of 10 based on 12 ratings




Artikel Sejenis

10 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    gejala 2-5 dan 8-9 dialami istriku….apakah termasuk baby sindrome juga ya ? kan gak semuanya

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 2

    comment-bottom
  2. avatar
    Dr. Ronald Iskandar Says:
    April 23rd, 2010 at 9:44 am
    comment-top

    @joko – tidak harus semua gejala yang muncul, jika memang gejala tersebut mengganggu, dapat memeriksakan ke dokter..thx

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 4 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    kkaknya tmen Q d dugaa dokTer knaa baby bLues syndrom Tp dmpak’nya Qoo dy Lpaa ma suamii’nya cndrii..
    Qoo bsaa dok ??

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 3 Thumb down 1

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    @viTrii – haaah, gua baru tau ada kasus insomnia suami ?!. untung istriku gak lupa sama anak en suaminya….hehehe

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    Untungnya aku cuma mengalami baby blue syndrome. Selama aku mengalami syndrome itu, kira2 10 hari, untungnya aku selalu mengingatkan diri ku sendiri ‘ini pasti berakhir’, jadi aku gak terlalu parah. Tapi kalo nangis sih, aduhhh sering.. Sedih tiba tiba gitu.. Puji Tuhan sekarang uda gak lagi. Aku sembuh!!
    x

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar
    Endah efry Says:
    July 21st, 2011 at 9:14 am
    comment-top

    I’ve been there before. Believe me it’s true and it’s horrible to face it all alone when no one understand what you’ve been trough

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    salam,sy mmpunyai dua ank sepasang. yg prtama umur 1thn dan yg kedua umur 3bln. saya masih mengalami tidak bisa tertidur dgn tenang walaupun papanya sendiri yg menjaga anak-anak dan setiap kali marah sedikit saja ada perasaan yg benar-benar membuat saya takut yaitu saya pernah menyakiti bahkan anak saya yg pertama sampai badanx merah-merah dan bhkan kadang memar. setelah badan ank saya memerah bru saya sadar sdh menyakitix. mohon tipsnya. terima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 1

    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    @lisha:( Wah kasihan banget anak kamu dipukul sampe merah/biru gitu. I used to do that too, “kalap”, padahal kalau dipikir2 lagi kasihan lho. Udah anaknya masih kecil, kadang ngga ngerti juga. Coba gini deh, kl marah, di sentak aja tp terus pergi jauh & tenangin diri dulu. Terus setelah tenang kembali lagi & terus diingatkan utk “jangan merepotkan orang”. It works on me.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  9. avatar comment-top

    saya sudah menikah. dan belum hamil,.
    tapi saya sudah merasa gejala itu.saya tidak bisa dekat2 dgn bayi karena takut menyakitinya. bahkan untuk memegang pipinya saja tidak mau, melihatnya juga tidak mau.
    jadi saya merasa kalau saya hamil dan melahirkan bisa2 saya benar2 menyakiti bayi saya.
    saya benar2 takut, mungkin ini juga yang menyebabkan saya belum hamil setelah menikah.
    bagaimana solusinya sekarang?
    terimakasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  10. avatar
    fera giarti Says:
    May 11th, 2012 at 11:40 am
    comment-top

    Oh…jd sy terkena baby blues syndrom toh…Smpai saat ini saya masih sering nangis apalagi jika suami tdk plng krmh krn tugas…sy jd merasa sngt kesepian padahal drmh ada orng tua dan adik…tp tetap beda rasanya jika suami ada dirumah…sy harap ini akan cpt berakhir krn sdh brlangsung slm 2 minggu…untung ada artikel ini, jd bs membantu mengurangi perasaan mellow yg datang tiba2…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar