Infeksi Virus Zika Bisa Memicu Sindrom Guillan-Barre yang Berbahaya!

DokterSehat.Com – Badan Kesehatan Dunia atau WHO kini telah menempatkan wabah virus zika sebagai kondisi yang sangat darurat bagi kondisi kesehatan selurun dunia. Infeksi virus zika ini diketahui telah menjangkiti jutaan orang di negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan dan bahkan di negara Brazil saja tercatat sudah lebih dari 1,5 juta orang dilaporkan terinfeksi virus ini. Setelah diyakini bisa memberikan dampak buruk bagi kehamilan, infeksi virus zika kini dilaporkan bisa memicu begitu banyak gangguan kesehatan. Salah satunya adalah sindrom Guillan-Barre yang sebelumnya dianggap sebagai kasus kesehatan yang sangat langka namun sangat berbahaya bagi tubuh.

doktersehat-rumah-sakit-emergensi-darurat

Banyak pakar kesehatan yang menyebutkan jika infeksi virus zika tidak akan terlihat sangat buruk bagi kesehatan tubuh. Selain membuat tubuh terkena demam tinggi, virus zika juga bisa menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan juga munculnya ruam-ruam pada kulit. Sayangnya, jika virus zika sudah bisa menginfeksi ibu hamil, maka janin di dalam kandungan akan beresiko lahir dengan kondisi mikrosefalus, yakni bayi yang memiliki ukuran kepala dan otak yang cenderung lebih kecil dari ukruan normal. Selain berpotensi membuat masalah pada pertumbuhan dan perkembangan sang janin, bayi juga beresiko akan mengalami gangguan saraf di masa depan.

Infeksi virus zika bisa menyebabkan masalah sindrom guillan-barre yang merupakan sindrom langka dimana sistem kekebalan tubuh justru akan menyerang kesehatan tubuh manusia. Yang menjadi masalah adalah, sekitar 5 persen penderita sindrom ini pada akhirnya meninggal dunia dan 30 persen penderita guillan-barre justru harus hidup dengan sangat menderita dengan bantuan pernafasan dari mesin ventilasi. Penderita guillan-barre biasanya akan mengalami kesemutan dan pelemahan pada otot-otot tubuh yang pada akhirnya menjalar ke area dada. Dalam beberapa kasus, penderita guillan bare akan memiliki otot jantung yang melemah dan bahkan tubuh yang mengalami kelumpuhan.

Baca Juga:  Pertolongan Pertama pada Kejang dan Epilepsi

Sebuah rumah sakit di Niteroi, kota Rio de Janeiro telah melaporkan 16 kasus yang diduga kuat adalah sindrom guillan-barre dimana pasien mengalami gejala berupa otot yang mengalami kelumpuhan setelah dua minggu terkena infeksi virus zika. Bahkan, sebuah rumah sakit di Recife melaporkan kasus yang jauh lebih banyak, yakni 94 kasus. Pakar kesehatan bahkan memperkirakan jika adanya kasus infeksi virus zika ini bisa meningkatkan resiko terkena sindrom guillan-barre hingga 20 kali lipat sehingga kini masyarakat pun diharapkan semakin waspada dengan infeksi virus zika mengingat infeksi ini tidak lagi hanya memberikan masalah besar bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi hamil saja.