Infeksi Saluran Kemih – Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

doktersehat-infeksi-saluran-kemih

DokterSehat.Com– Infeksi saluran kemih (ISK) adalah ketika terjadi infeksi pada saluran kemih, yaitu uretra, kandung kemih, dan ureter. Jika Anda seorang wanita, kesempatan untuk mendapatkan ISK lebih tinggi karena saluran kemih wanita lebih pendek dari pria, dan wanita lebih cenderung sering menahan kencing daripada pria. Banyak wanita yang mampu mengalami ISK berulang, kadang-kadang selama bertahun-tahun.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

ISK adalah alasan utama kenapa wanita perlu menyeka area kemaluan setelah berkemih atau kencing dari depan ke belakang setelah menggunakan kamar mandi. Hal ini karena uretra, organ yang berbentuk selang yang mengangkut urine dari kandung kemih ke luar tubuh, terletak dekat dengan anus.

Bakteri dari usus besar, seperti E. coli, berada dalam posisi sempurna untuk berpindah dari anus menuju uretra. Dari sana, bakteri dapat melakukan perjalanan sampai ke kandung kemih, dan jika infeksi tidak diobati, akan menginfeksi ginjal.

baca juga: 5 Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih yang Disebabkan Stres

Perempuan mungkin sangat rentan terhadap ISK karena mereka memiliki uretra yang lebih pendek, yang memungkinkan bakteri dapat menuju kandung kemih dengan cepat. Berhubungan seks juga dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam saluran kemih juga sehingga penting untuk mencuci area kemaluan setelah berhubungan seks.

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Ketika diobati dengan segera dan benar, infeksi kandung kemih jarang menyebabkan komplikasi. Tetapi jika tidak diobati, infeksi dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan.

Komplikasi dari suatu infeksi saluran kencing ini mungkin termasuk:

  • Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami dua atau lebih ISK dalam periode enam bulan atau empat atau lebih dalam setahun
  • Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) karena ISK yang tidak diobati
  • Peningkatan risiko pada wanita hamil melahirkan bayi berat lahir rendah atau bayi prematur
  • Penyempitan uretra (striktur) pada pria dari uretritis berulang, sebelumnya terlihat dengan uretritis gonococcal
  • Sepsis, komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam nyawa, terutama jika infeksi bekerja pada saluran urine Anda ke ginjal.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terbagi menjadi dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi di uretra dan kandung kemih (sistitis) dengan gejala berupa:

Untuk mengidentifikasi ISK, gejala berikut dapat terjadi:

  • Kemaluan terasa terbakar ketika buang air kecil.
  • Sering ingin buang air kecil, meskipun urine yang keluar sedikit.
  • Nyeri atau tekanan di punggung atau perut bagian bawah.
  • Kencing berdarah atau berwarna lebih gelap
  • Merasa lelah atau gemetar.
  • Demam atau kedinginan (tanda infeksi mungkin telah mencapai ginjal).

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Antibiotik dapat membunuh bakteri sehingga menuntaskan ISK. Seperti biasa, pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan dokter dengan benar, bahkan setelah Anda mulai merasa lebih baik.

Tidak menghilangkan bakteri akan membuat diri Anda rentan terkena infeksi lagi dan menguatkan serangan bakteri sehingga terjadilah suatu resistensi antibiotik. Biasakan juga untuk mendapatkan antibiotik sesuai dengan resep dokter.

Selain itu, minum banyak air juga berguna untuk membantu menyiram bakteri dari sistem saluran kemih. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit, serta penurun demam jika memang ada keluhan nyeri dan demam.

Jika Anda curiga Anda memiliki infeksi saluran kemih, segera hubung dokter. Biasanya, Anda akan diminta untuk memberikan sampel urine, yang nantinya akan diuji apakah ada bakteri pada urine.

Jika Anda mengalami ISK sebanyak 3 kali dalam setahun atau lebih, periksakan diri ke dokter untuk merekomendasikan rencana perawatan khusus. Beberapa pilihan pengobatan termasuk:

  • Mengonsumsi dosis rendah antibiotik dalam periode yang lebih lama untuk membantu mencegah infeksi berulang.
  • Mengonsumsi dosis tunggal antibiotik setelah berhubungan seks, yang merupakan pemicu infeksi umum.
  • Mengonsumsi antibiotik selama 1 atau 2 hari setiap gejala kali muncul.

Infeksi Saluran Kemih Kronis

Sekitar 1 dari 5 wanita mengalami infeksi saluran kemih kedua, sementara beberapa wanita mengalami infeksi tanpa henti. Dalam kebanyakan kasus, penyebab infeksi saluran kencing ini adalah serangan  bakteri.

Tetapi beberapa jenis dapat menyerang sel-sel tubuh dan membentuk komunitas yang resisten dan tahan terhadap antibiotik dan sistem kekebalan tubuh. Sekelompok pembelot ini dapat melakukan perjalanan keluar dari sel, dan kemudian kembali menyerang, yang pada akhirnya mendirikan koloni bakteri prima yang resisten antibiotik untuk menyerang lagi dan lagi.

Beberapa orang secara genetik cenderung untuk mengalami ISK, sementara yang lain memiliki kelainan pada struktur saluran kemih yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi.

Seseorang dengan diabetes berisiko lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh yang terganggu membuat tubuh kurang mampu melawan infeksi seperti ISK. Kondisi lain yang meningkatkan risiko meliputi kehamilan, multiple sclerosis, dan apa pun yang memengaruhi aliran urine, seperti batu ginjal, stroke, dan cedera tulang belakang.

baca juga: Kebiasaan Buruk yang Memicu Infeksi Saluran Kemih

Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Anda dapat mencegah ISK dengan tips berikut ini:

  • Jangan menahan kencing.
  • Bersihkan area kemaluan dari depan ke belakang setelah kencing.
  • Minum banyak air.
  • Jauhi semprotan kebersihan area wanita, pewangi area kewanitaan, dan produk-produk lain untuk area kewanitaan karena hanya akan mengiritasi mukosa.
  • Bersihkan area genital sebelum melakukan hubungan seks.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seks untuk menyingkirkan bakteri yang mungkin telah memasuki uretra.
  • Jangan menggunakan celana dalam selama berhari-hari.
  • Jangan menggunakan pakaian bawahan yang ketat karena akan meningkatkan kelembaban.