Infeksi Otak – Virus Herpes, Epstein Barr, Cytomegalovirus, Polio, dan Rubella

Jenis infeksi otak lainnya selain meningitis bakteri dan virus yang disebabkan oleh Virus Herpes, Epstein Barr, Cytomegalovirus, Polio, dan Rubella.

doktersehat-kulit-ruam-hiv-aids-alergi-rubella-kudis-skabies

Virus Herpes, Epstein Barr, dan Cytomegalovirus
Anggota keluarga Virus herpes (herpes jenis simpleks 1 dan 2, varicella zoster, Epstein-Barr, serta cytomegalovirus) dapat memasuki sistem saraf pusat dari sistem saraf perifer (sepanjang saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang) , di mana mereka tinggal, dan menyebabkan penyakit berat seperti meningitis fulminan, ensefalitis, atau mielitis. Infeksi ini sangat mematikan pada pasien imunokompromais. Gambaran klinis biasanya khas untuk infeksi SSP, dengan sakit kepala, lesu, mual, muntah, dan leher kaku. Tanda-tanda dan gejala infeksi tertentu dapat mencakup gangguan kejiwaan dan kejang pada herpes simpleks 1, gejala radikuler (kompresi/ penekanan akar saraf di ruas tulang belakang sehingga menyebabkan kesemutan yang menjalar atau bahkan mati rasa pada lengan atau kaki) dengan retensi urin di herpes simpleks tipe 2; dan kebutaan dari infeksi cytomegalovirus pada pasien imunokompromais berat. infeksi SSP virus Epstein-Barr merupakan faktor risiko yang sangat kuat untuk terjadinay multipel sklerosis di masa depan. Tidak seperti kebanyakan infeksi SSP virus lainnya, ada beberapa obat antivirus yang efektif yang tersedia untuk mengobati infeksi yang mematikan ini.

Polio
Poliomyelitis (polio) disebabkan oleh virus polio. Penyebaran ke sistem saraf terjadi ketika virus tertelan dan beranakpinak di dalam sistem pencernaan, kemudian masuk ke aliran darah, dan akhirnya memasuki sistem saraf pusat. Penyakit ini semakin memburuk dan akhirnya mengarah ke kelumpuhan, koma, dan gangguan otot pernapasan dan jantung. Sejak munculnya vaksin polio, insiden penyakit ini telah menurun secara dramatis di sebagian besar negara-negara maju dan negara berkembang. Vaksinasi polio ini mencakup tiga dosis vaksin dalam tahun pertama kehidupan, yang akan memberikan kekebalan seumur hidup. Bayi dengan sistem kekebalan tubuh lemah beresiko tertular polio melalui imunisasi, tetapi risikonya sangat kecil.

Baca Juga:  Infeksi Otak - HIV/ AIDS, Meningitis Tuberkulosis, dan Abses Serebral

Rubella
Rubella (campak Jerman) disebabkan oleh virus rubella. Konsekuensi dari penyakit ini, mempengaruhi janin yang belum lahir terinfeksi selama trimester pertama kehamilan, dapat menghancurkan janin. bayi dapat lahir dengan berbagai cacat termasuk tuli, gangguan kognitif, dan masalah jantung. Saat lahir, bayi memiliki penyakit seperti meningitis dan biasanya lesu dan tidak aktif. Imunisasi yang tepat dari ibu, dengan serangkaian vaksinasi yang diberikan pada seluruh remaja dan awal dewasa, mencegah wanita terkena rubella, yang terutama penting selama kehamilan.