Imunisasi untuk Anak – Polio dan MMR

DokterSehat.Com – Imunisasi lainnya yang dibutuhkan oleh anak adalah imunisasi Polio dan MMR.

doktersehat-vaksin-polio-anak

Vaksin polio
Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan gejala utama muntah dan diare. Virus polio tubuh anak melalui mulut. Sekitar 1%-3% dari individu yang terjangkit polio mungkin mengalami kelumpuhan permanen ekstremitas dan, di beberapa individu, kelumpuhan dapat terjadi pada otot-otot yang diperlukan untuk bernafas. Sebelum membutuhkan ventilator (mesin pernapasan), orang-orang dengan paralisis/ kelumpuhan tersebut menghabiskan hidup mereka dengan sensasi tercekik.

  • Vaksin Polio kini menjadi vaksinasi rutin yang perlu dilakukan mengingat penyakit polio menyebabkan lumpuh dan menewaskan ribuan orang per tahun ketika kejadian epidemi sebelum vaksinasi ditemukan.
  • Semua anak harus menerima suntikan empat dosis vaksin polio tidak aktif (IPV).
  • Imunisasi diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan, dan antara 4-6 tahun. Vaksin polio oral (OPV) kini masih banyak digunakan di Indonesia, sedangkan di negara barat, vaksin polio oral telah ditinggalkan karena ada risiko (meskipun sedikit) untuk orang yang menerima vaksin polio oral untuk terkena polio. Kini Indonesia juga mulai merencanakan mengganti OPV dengan vaksin polio suntik.

Vaksin Campak (Morbili), Gondong (Mumps), dan Rubella (MMR)
Vaksin kombinasi ini diberikan untuk melindungi anak terhadap campak, gondok, dan rubella (juga dikenal sebagai campak Jerman).

Anda atau anak Anda bisa terkena penyakit ini ketika berada di sekitar seseorang yang memiliki virus tersebut. Virus ini menyebar dari orang ke orang melalui udara karena batuk atau bersin.

Dosis vaksin pertama diberikan pada usia 12-15 bulan. Dosis kedua biasanya diberikan kepada anak-anak di usia 4-6 tahun, tetapi dapat diberikan setiap saat, asalkan setidaknya telah berjarak empat minggu sejak dosis pertama (dan dosis kedua diberikan setelah ulangtahun anak yang pertama).