Imunisasi untuk Anak – Hepatitis B dan DPaT

DokterSehat.Com – Hepatitis B adalah penyakit dapat dicegah dengan vaksin. Hepatitis B dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan kanker hati. Infeksi ini menyebar melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.

doktersehat-anak-sakit-konsul

  • Bayi baru lahir harus menerima dosis pertama. Jadwal imunisasi mewajibkan pemberian vaksin hepatitis B untuk semua bayi sebelum pulang dari rumah sakit. Dosis kedua dan ketiga biasanya diberikan pada usia 1-4 bulan dan pada usia 6-18 bulan. Ada rekomendasi spesifik untuk bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B. Bayi ini berisiko tinggi untuk terkena hepatitis B juga sehingga perlu mengikuti jadwal dan dosis imunisasi hepatitis B yang berbeda.
  • Anak yang tidak diimunisasi yang berusia di bawah 18 tahun dapat memulai seri imunisasi pada usia berapa pun.
  • Vaksin kombinasi yang melindungi bayi terhadap lima penyakit yang berbeda telah disetujui oleh FDA. Itu berarti bayi bisa mendapatkan enam suntikan lebih sedikit selama beberapa bulan pertama kehidupan mereka. Vaksin kombinasi (Pediarix) mengandung vaksin hepatitis B bersama dengan DTaP (difteri, tetanus, dan vaksin pertusis aselular) dan vaksin virus polio tidak aktif (IPV). Pediarix dianjurkan untuk diberikan sebagai tiga dosis seri primer untuk bayi usia 2, 4, dan 6 bulan. Suntikan booster (penguat) diberikan antara usia 15-18 bulan.

Vaksin Difteri, Pertusis, Tetanus
Vaksin kombinasi (DPaT) terdiri dari vaksin terhadap difteri, tetanus (kejang mulut), dan pertusis (batuk rejan). Penggunaan vaksin pertussis asesuler (aP) kini direkomendasikan karena terkait dengan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan vaksin sebelumnya.

  • Vaksin ini biasanya diberikan pada saat usia anak 2, 4, dan 6 bulan. Dosis keempat biasanya diberikan antara 15-18 bulan. Vaksinasi kelima (terakhir) diberikan antara usia 4-6 tahun. Kombinasi vaksin DTaP dan IPV (Kinrix) dapat digunakan ketika vaksinasi akhir.
  • Vaksinasi tetanus untuk remaja, difteri yang dikurangi, dan vaksin pertussis aseluler (Tdap) dianjurkan untuk anak-anak usia 11-12 tahun.
  • Suntikan tetanus dan difteri (Td) booster/ penguat direkomendasikan setiap 10 tahun.
  • Beberapa anak mungkin mengalami demam, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, Anda dapat memberikan anak Anda pereda nyeri yang bebas kandungan aspirin.