Iklim Ternyata Menentukan Pesek Atau Mancungnya Hidung Seseorang

DokterSehat.Com – Anda pernah merasa kurang percaya diri karena memiliki hidung yang tidak mancung? Atau anda justru keheranan karena melihat orang-orang dari Eropa atau Amerika Serikat memiliki hidung sangat mancung? Pakar kesehatan ternyata menyebutkan bahwa panjang atau besarnya hidung yang kita miliki ternyata dipengaruhi oleh iklim di tempat kita tinggal. Seperti apakah penjelasan dari hal ini?

doktersehat-hidung-muka-sindrom-kallmann

Peneliti yang berasal dari Pennsylvania State University baru-baru ini melakukan hasil penelitian untuk mencari tahu apakah evolusi bentuk hidung manusia ditentukan oleh kondisi iklim di tempat mereka tinggal. Hasilnya adalah, memang ada kaitan yang erat antara bentuk hidung seseorang dengan iklim di tempat kita atau bahkan nenek moyang kita tinggal. Penelitian yang hasilnya kemudian dipublikasikan dalam jurnal berjudul PLOS Genetics ini menyebutkan bahwa besarnya lubang hidung pada setiap populasi ternyata cenderung berbeda dengan populasi lainnya di berbagai tempat di seluruh dunia. Selain itu, semakin tinggi suhu udara dan kelembapan suatu daerah akan cenderung membuat lubang hidung penduduknya semakin besar. Tak hanya menentukan besarnya atau panjangnya hidung, iklim ternyata juga berperan besar dalam indera penciuman kita.

Penulis penelitian, dr. Arslan Zaidi, menyebutkan bahwa para peneliti mengukur tujuh jenis hidung dari warga Afrika Barat, Asia Selatan, Asia Timur, dan Eropa Utara. Mereka memperhitungkan tinggi, tulang, serta lebar lubang dari hidung-hidung tersebut. Para peneliti juga mengecek pigmentasi kulit dan berat badan para partisipan yang berjumlah 40 orang ini. Hasilnya adalah, nenek moyang para partisipan yang berasal dari daerah beriklim hangat dan lembab cenderung memiliki lubang hidung yang besar. Sementara itu, mereka yang berasal dari area beriklim dingin dan tidak lembab layaknya dari Eropa Utara cenderung memiliki lubang hidung yang lebih sempit.

Tak hanya lubang hidung, iklim suatu tempat ternyata juga berkaitan kerat dengan pigmentasi kulit atau perbedaan warna kulit di seluruh dunia.