Iklan Digital Ternyata Membuat Banyak Anak Beresiko Tinggi Terkena Obesitas

DokterSehat.Com – Salah satu perkembangan teknologi yang mempengaruhi kehidupan banyak orang adalah penggunaan internet dan juga gadget layaknya smartphone. Tak hanya digunakan oleh orang dewasa, banyak anak-anak yang masih berusia sangat muda juga sudah mempermainkan smartphone ini. Meskipun bisa membuat anak menjadi lebih pintar karena banyaknya informasi dan pengetahuan yang didapat, penggunaan smartphone ini juga memberikan resiko kesehatan, salah satunya adalah dengan meningkatkan resiko anak-anak terkena obesitas.

doktersehat-anak-kecil-kegemukan-obesitas

Tanpa kita sadari, dalam media sosial, ada banyak sekali iklan-iklan digital yang mempromosikan makanan-makanan yang cenderung tidak sehat. Iklan-iklan ini dikemas sedemikian rupa sehingga sangat menarik banyak anak-anak. Direktur WHO untuk kawasan Eropa, Zsuzsanna Jakab, menyebutkan jika iklan-iklan ini ternyata ditujukan untuk menarik perhatian banyak orang, khususnya anak-anak sehingga mereka pun mau membeli produk makanan yang sebenarnya kaya akan kandungan lemak, garam, hingga gula, kandungan makanan yang sangat tidak sehat bagi tubuh andai dikonsumsi secara berlebihan.

Jakab menyebutkan jika hampir di semua negara di dunia, termasuk di Eropa, tidak ada peraturan yang tegas pada iklan yang bisa saja memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan tubuh, khususnya tubuh anak-anak. Selain itu, memang setiap perusahaan diperbolehkan membuat iklan yang menarik demi kesuksesan penjualan produknya.

Melihat adanya resiko tinggi bagi anak-anak modern untuk terkena obesitas, maka orang tua kini sebaiknya mulai memperhatikan aktivitas berselancar anak-anak di dunia maya. Dampingi mereka saat melakukan aktiitas online dan berikan pemahaman pada mereka andai melihat iklan-iklan makanan yang menarik namun sebenarnya tidak sehat. Selain itu, biasakan anak untuk mengkonsumsi makanan-makanan sehat dengan kadar gizi yang seimbang setiap harinya sehingga mereka pun tidak mudah tergiur dengan makanan-makanan yang sebenarnya kurang sehat dan meningkatkan resiko terkena obesitas.