Ibu Menyusui Sebaiknya Menghindari Hal-Hal Ini

DokterSehat.Com – Setelah mengalami masa sembilan bulan kehamilan yang penuh dengan pantangan dan juga kehati-hatian mengingat ibu hamil mengharapkan bayi bisa lahir dengan kondisi yang sehat dan selamat, ibu hamil juga harus berhati-hati saat masa menyusui tiba. Hal ini dikarenakan ASI yang diberikan khusus bagi sang buah hati tentu akan berpengaruh langsung pada kesehatan dan perkembangannya. Berikut adalah beberapa pantangan yang sebaiknya diindahkan oleh ibu saat masa menyusui.

doktersehat-asi-ibu-menyusui

Sebagaimana saat kehamilan, ibu hamil jelas tidak akan diperbolehkan untuk merokok, bahkan anda hanya terpapar asap rokok dari orang lain. Tanpa disadari, paparan nikotin ternyata bisa ikut tercampur dalam ASI yang diminum oleh bayi sehingga bayi pun akan meminum racun yang sangat berbahaya bagi kesehatannya. Selain itu, ibu hamil juga sebaiknya menghindari konsumsi minuman beralkohol karena bisa mempengaruhi bau dan juga rasa dari ASI. Jika hal ini dibiarkan, maka bayi pun bisa mengalami perubahan pola minum ASI sekaligus pola tidurnya. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan jika ibu menyusui mengkonsumsi minuman beralkohol, maka produksi ASI bisa menurun dengan signifikan dan puting payudara pun tidak bisa dengan mudah mengeluarkan ASI meskipun bayi sudah menghisapnya dengan keras.

Ibu menyusui juga sangat tidak disarankan untuk terlalu banyak mengkonsumsi kopi. Selain itu, beberapa minuman yang kaya kandungan kafein layaknya teh dan juga minuman bersoda layaknya kola juga sebaiknya mulai dikurangi konsumsinya. Pakar kesehatan menyebutkan jika ibu mengkonsumsi terlalu banyak minuman berkafein, ditakutkan hal ini ikut mempengaruhi kandungan ASI yang diminum bayi sehingga bayi bisa akan lebih lama terjaga. Padahal, bayi biasanya membutuhkan banyak waktu tidur untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih baik.

Baca Juga:  Mengobati Jantung Lemah Pada Anak

Ibu menyusui juga harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan laut mengingat kini banyak ikan laut yang terkena polutan merkuri yang sangat berbahaya. Beberapa ikan laut yang berpotensi telah terpapar merkuri layaknya ikan salmon, udang, atau bahkan ikan tuna sebaiknya hanya dikonsumsi maksimal dua kali seminggu untuk mengurangi paparan berlebihan merkuri yang berpotensi ikut tercampur dengan ASI.