Ibu Hamil Sebaiknya Tidak Menyepelekan Masalah Gusi Berdarah

DokterSehat.Com – Jika kita tiba-tiba merasakan adanya darah pada mulut atau melihat munculnya darah pada saat menyikat gigi, maka kita sebenarnya sedang mengalami masalah gusi berdarah. Banyak ibu hamil yang mengalami masalah gusi berdarah ini karena kondisi kehamilan bisa memicu perubahan hormon yang bisa melunakkan jaringan gusi. Yang tidak disangka adalah, masalah gusi berdarah ini tak hanya membuat gusi membenjol dengan warna kemerahan saja. Pakar kesehatan menyebutkan jika andai masalah ini dibiarkan, dikhawatirkan kesehatan dan perkembangan janin bisa mendapatkan pengaruh buruk. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-kehamilan-hamil

Pakar kesehatan gigi, drg. Mira Madjid, MPH, Sp Perio, berkata bahwa jika ibu hamil membiarkan masalah gusi berdarah ini, Ia justru akan meningkatkan resiko keguguran, hingga bayi yang terlahir dengan berat badan yang kurang dan mengalami kelainan.

Sebagai informasi, gusi berdarah andai dibiarkan akan berlanjut menjadi penyakit gingivitis, kondisi kronis pada gigi yang disebabkan oleh penumpukan plak. Pada gusi, ciri-ciri dari gingivitis ini bisa dilihat berupa munculnya pembengkakan dengan warna kemerahan, gusi yang cenderung lunak, dan juga mudah berdarah.

Banyak ibu hamil yang mengalami masalah gingivitis pada bulan kedua kehamilan. Bahkan, andai ibu hamil sudah mengalami masalah ini sebelum hamil, maka kondisinya bisa menjadi lebih parah yakni menjadi penyakit periodontitis, infeksi gusi berat yang bisa membuat jaringan lunak dan tulang yang menyangga gigi mengalami kerusakan. Tak hanya membuat gigi tanggal, penyakit ini membuat banyak bakteri memasuki jaringan gusi atau bahkan memasuki aliran darah. Jika hal ini terjadi, bakteri bisa menyerang berbagai organ tubuh layaknya jantung dan paru-paru sehingga bisa memicu komplikasi atau penyakit-penyakit berbahaya layaknya stroke, jantung coroner, gangguan pernafasan, dan rheumatoid arthritis.

Melihat betapa fatalnya dampak dari penyakit gusi berdarah ini, ada baiknya memang ibu hamil tidak menyepelekannya dan segera memeriksakan diri ke dokter andai masalah ini muncul.