Ibu Hamil Ini Terkena Stroke Akibat Efek Samping Dari Program Bayi Tabung

DokterSehat.Com – Karena tak kunjung mendapatkan keturunan, Emma Raven dan pasangannya pun memilih untuk menggunakan program In Vitro Fertilization (IVF) atau yang kerap kita sebut sebagai program bayi tabung. Setelah cukup lama menjalaninya, program ini akhirnya berhasil membuatnya mengandung buah hati pertamanya. Sayangnya, setelah mendapatkan kabar yang membahagiakan ini, lima hari kemudian Emma justru mengalami masalah kesehatan yang sangat serius, yakni stroke. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-stroke-otak-pembuluh-darah

Emma awalnya hanya merasakan gejala sakit kepala dan sering muntah-muntah. Saat ia memeriksakan kondisinya ke dokter, dokter hanya menganggap hal tersebut sebagai imbas dari stres. Sayangnya, masalah yang terjadi pada tubuhnya semakin parah dimana kepalanya semakin terasa nyeri dan Ia mulai mengalami gangguan bicara. Tim dokter pun segera melakukan scan pada area kepala dan barulah diketahui bahwa sudah ada penggumpalan darah di dalam otak. Meskipun terkena stroke, pada awalnya kondisi kehamilannya Emma tidak ikut terkena masalah kesehatan. Sayangnya, dua minggu setelah diketahui terkena serangan stroke, sang janin akhirnya meninggal di dalam kandungan.

Tidak seperti penderita stroke pada umumnya, Emma ternyata mengalami masalah pada penglihatan, kemampuan berbicara, gangguan pada kesimbangan, hingga kesulitan untuk menulis dan berinteraksi dengan orang lain. Wanita dari Netherton, Liverpool Inggris ini pun sempat kehilangan kepercayaan diri karena hal ini. Beruntung, suaminya dan Stroke Association berhasil memberikan dukungan padanya dan merekomendasikannya melakukan terapi agar bisa pulih kembali.

Pakar kesehatan menyebutkan jika stroke yang dialami Emma ternyata disebabkan oleh efek samping dari program bayi tabung yang selama ini dijalaninya. Obat-obatan dari program ini yang sebenarnya ditujukan untuk merangsang ovarium memproduksi lebih banyak sel telur justru memicu masalah yang disebut sebagai Ovarian Hyperstimulation Syndrome atau OHSS. Padahal, dalam beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, masalah kesehatan OHSS ini akan memicu serangan stroke atau gagal jantung, persis seperti yang dialami oleh Emma.