Ibu Hamil Diperkosa di Hadapan Anaknya, Apa Dampaknya pada Kesehatan Korban?

DokterSehat.Com– Seorang wanita hamil di Afrika Selatan, diperkosa seorang pria di depan anaknya yang berumur 5 tahun. Wanita ini pun melawan dengan menggigit penis pria tersebut hingga terluka.

doktersehat-hamil-kehamilan-mual

Rumah sakit di Afrika Selatan pun mencari pria tersebut untuk mendapatkan penanganan pada organ vitalnya yang terluka.

Sementara wanita hamil tiga bulan tersebut menerima tumpangan ke rumah sakit di provinsi Mpumalanga, Aftika Selatan, dengan anak perempuannya pada Senin, 8 Januari 2018.

Menurut laporan polisi, wanita hamil tersebut mengklaim bahwa dia didorong ke dalam semak-semak dan diserang secara seksual menggunakan senjata tajam, seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (11/1/2018)

Pihak berwenang berharap luka parah pada alat kelamin pria tersebut segera sembuh, yang berarti pria tersebut akan dibawa ke pengadilan.

“Kami memohon kepada semua institusi kesehatan yang seharurnya menemukan pria dengan bagian pribadinya yang terluka, mereka harus secepatnya menghubungi Polisi Solly Mabuza,” tulis polisi Mpumalanga dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pria tersebut mengendarai Toyota Tazz putih dekat kota White River. Mereka mengancam wanita hamil itu dengan todongan senjata di mobil dan menginstruksikannya agar tidak menjerit.

Setelah wanita hamil ini menggigitnya saat pemerkosaan, pria tersebut belum ditemukan pihak berwenang hingga berita ini diterbitkan.

Menilik kasus ini lebih jauh, dapat dikaitkan dengan kesehatan sang korban. Apa dampaknya bagi mental dan fisik korban setelah mengalami pemerkosaan?

Pemerkosaan sendiri adalah tindakan kejahatan yang kejam di mana seseorang dipaksa untuk melakukan suatu hubungan seksual yang tidak diinginkannya.

Pemerkosaan bisa berbentuk sesama orang dewasa, terhadap anak-anak, kepada saudara atau keluarga yang ada hubungan darah (incest) ataupun terhadap sesama jenis.

Tindakan pemerkosaan menimbulkan efek baik fisik maupun psikologis bagi korbannya.

Efek secara fisik:

  • Luka akibat pukulan, cekikkan, cakaran, sampai pada patah tulang
  • Luka di daerah kemaluan atau anus
  • Penyakit menular seksual
  • Kemungkinan kehamilan

Dampak terparahnya, pemerkosann yang dilakukan terhadap wanita bisa menyebabkan kendungannya mengalami keguguran, apalagi saat hamil muda.

“Kalau dampak fisiknya bisa sampai menimbulkan keguguran,” kata dr. Eko Budhidarmaja, ketika dihubungi melalui Whatsapp, 12 Januari 2018. 

Sedang efek psikologis:

  • Kecemasan yang berat
  • Depresi
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit tidur
  • Perasaan bersalah
  • Mudah tersinggung
  • Flashback (teringat kembali kejadian traumatik tersebut)
  • Mimpi buruk berulang kali
  • Ketakutan yang luar biasa

Kalau secara psikologis, kata dr. Eko melanjutkan,  dampak pemerkosaan hampir sama dengan perempuan tidak hamil, bisa sampai menimbulkan gangguan jiwa ringan sampai berat semisal depresi.

Dalam kasus ini, tak hanya sang ibu yang menjadi korban, anaknya yang berumur 5 tahun tersebut dikhawatirkan mentalnya terganggu setelah menyaksikan kejadian yang seharusnya tidak ia alami. Lalu, apa dampak bagi sang anak?

“Suatu bentuk aktivitas seksual seharunya baru terpapar setelah anak dewasa atau balig atau pun setelah menikah. Kalau terpapar secara dini, ditakutkan kelak anak tersebut bisa menjadi trauma terhadap pengalaman seksual (frigid) atau pun justru sebaliknya mencari tahu berlebihan mengenai hal hal seksual,” jelas dr. Eko Budhidarmaja.

Serangan seksual dan pemerkosaan merupakan masalah besar di Afrika Selatan. Pada 2016 dan 2017, ada lebih dari 109 pemerkosaan yang dilaporkan rata-rata setiap hari, sebanyak 39.828 insiden, menurut African Check. Namun, jumlahnya mengalami penurunan dari 41.503 perkosaan yang tercatat pada 2015 dan 2016.

Lembaga Studi Keamanan di kota setempat telah memperingatkan bahwa statistik pemerkosaan yang dicatat oleh polisi tidak dapat dianggap sebagai ukuran akurat, baik sejauh mana atau kecenderungan kejahatan ini, dan mengalami masalah akurasi, karena statistik pemerkosaan Afrika Selatan sudah tua.

Definisi pemerkosaan di Afrika Selatan sangat luas, menurut Africa Check. Amandemen tahun 2007 tentang serangan seksual mencantumkan bahwa serangan seksual meliputi penetrasi oral, anal atau vagina seseorang laki-laki maupun perempuan, dengan organ kelamin; penetrasi anal atau vagina dengan benda; dan penetrasi mulut seseorang dengan organ genital binatang.