Ibu Hamil Ada Baiknya Tidak Mengkonsumsi Telur Setengah Matang

DokterSehat.Com – Selama masa kehamilan, ibu hamil harus menjaga konsumsi makanannya dengan baik. Bagaimana tidak, andai mereka sembarangan untuk mengkonsumsi makanan, dikhawatirkan hal ini bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan ibu hamil dan janinnya. Sebagai contoh, ibu hamil tentu sebaiknya tidak lagi mengkonsumsi mie instan, makanan yang berpotensi meningkatkan tekanan darah, atau minuman beralkohol. Selain, salah satu makanan yang harus dihindari adalah telur setengah matang.

doktersehat-telur

Telur memang kerap dianggap sebagai sumber gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi dan bisa diolah menjadi berbagai makanan yang lezat. Banyak orang yang menyukai telur setengah matang karena bisa memberikan sensasi lembut dan nikmat andai cairan telur bercampur dengan bahan makanan lainnya. Sayangnya, bagi ibu hamil, mengkonsumsi telur setengah matang bisa sangat berbahaya.

Pakar gizi dr. Juliet Gray yang berasal dari University of Southampton menyebutkan jika telur memang sangat baik untuk dikonsumsi selama kehamilan. Namun, jika ibu hamil mengkonsumsi telur yang masih dalam kondisi setengah matang, maka dikhawatirkan telur ini masih mengandung bakteri salmonella yang berbahaya dan belum mati karena telur belum benar-benar masak. Alhasil, ibu bisa mengalami masalah layaknya mual dan muntah-muntah, diare, demam, sakit kepala, hingga membahayakan janinnya.

Dr. Gray sangat menganjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsi telur yang sudah benar-benar masak dan menyebutkan jika ibu hamil bisa mengkonsumsi telur sebanyak 425 mg setiap harinya, sesuai dengan rekomendasi dari US Institute of Medicine. Selain itu, dr. Gray juga mengungkapkan jika ibu hamil tidak perlu khawatir akan adanya mitos bahwa ibu hamil harus menghindari konsumsi telur bahkan baru mengenalkan telur pada anak saat anak sudah berusia 12 bulan. Menurut beliau, konsumsi telur justru sangat baik bagi kesehatan ibu hamil dan juga anak.